Panduan Lengkap Membuat Paspor, Gak Usah Galau Pilih Paspor Biasa atau E-Paspor

By Didy - 11/17/2018


Karena beberapa minggu lalu ada seorang teman yang DM Instagram nanyain bagaimana caranya bikin paspor. Akhirnya, saya kepikiran juga buat nulis panduan cara membuatnya. Jadi, semisal nanti ada yang nanya lagi gak usah capek-capek jelasin panjang lebar lagi, cukup kasih link blogpost ini aja.


Tapi, sebelum membahas panjang lebar panduan pembuatan paspor dan perbedaan antara paspor biasa dan e-Paspor. Saya coba akan bahas sekilas fungsi dari paspor ini sendiri. Paspor adalah dokumen identitas pribadi dari pengguna yang wajib digunakan apabila ingin berpergian ke luar negri. 


Gampangnya, paspor itu seperti KTP kita yang berlaku di seluruh negara, di paspor ini juga ada rekam jejak keluar masuk dari negara yang pernah dikunjungi berupa stempal/cap imigrasi.





Gimana ?, udah ada gambaran yang jelas sekarang tentang paspor ini kan ?


Karena paspor lama saya belum mati alias belum habis masa berlakunya (masa berlaku paspor adalah 5 tahun). Jadi, saya akan update sesuai proses pembuatan saya dulu ya, sambil saya tambahin beberapa info-info yang saya baca dari website imigrasi.go.id, dikhawatirkan ada beberapa update peraturan baru dari ke-imigrasian.


Anyway, paspor yang saya pegang sekarang masih paspor biasa bukan e-Paspor. Mungkin, nanti kalau sudah habis masa berlakunya saya akan ganti dengan e-Paspor. Alasannya, bukan sekedar gaya-gayaan tapi karena memang alasan penggunaan intensitas paspor yang cukup tinggi.



Terus, sebenarnya apa bedanya sih paspor biasa dan e-Paspor ?


Paspor Biasa

  • Harganya 355.000 Rupiah
  • Proses pembuatan 3 hari kerja
  • Proses pembuatan bisa dilakukan di seluruh kantor imigrasi di Indonesia
  • Terdapat fasilitas daftar online
  • Bentuk fisik paspor biasa seperti buku kecil biasa
  • Tidak ada perlakuan khusus terhadap paspor biasa, berlaku selayaknya paspor Indonesia
  • Pemilik paspor biasa harus melalui imigrasi konvensional ketika keluar negeri (kebanyakan imigrasi Indonesia harus antri cukup panjang). *Updated; pemilik paspor biasa sekarang bisa melalui auto gate dengan cara daftar paspor terlebih dahulu (saya belum pernah coba).



E-Paspor

  • Harganya 655.000 Rupiah
  • Proses pembuatan 5 hari kerja
  • Proses pembuatan hanya bisa dilakukan di kantor imigrasi kelas 1 kota besar (Jakarta, Surabaya dan Batam)
  • Tidak ada fasilitas daftar online, pendaftar harus langsung datang ke kantor imigrasi untuk mengambil dan mengisi formulir
  • Terdapat chip di dalam paspor ini yang berisi rekam biometrika dari pemilik yang mengikuti standard International Civil Aviation (ICAO), yang sudah diterapkan di berbagai negara seperti; Australia, Malaysia, Inggris, US, Jepang dan lain-lain. Hal ini dimaksudkan, untuk pendataan pemilik yang lebih valid dan tidak mudah dipalsukan
  • Khusus pengguna e-Paspor tidak butuh visa untuk pergi ke Jepang (ingat hanya Jepang saja)
  • Pemilik e-Paspor bisa melewati keluar melewati auto gate di Bandara, karena didalamnya terdapat chip sehingga tinggal scan saja.

Ok, berarti sekarang sudah tahu ya perbedaannya ?, udah tau mau pilih yang mana ?, Sekarang lanjut ke proses pembuatanya ya.



1. Berkas-berkas yang perlu disiapkan

Paspor Biasa dan e-Paspor, Berkas yang dibutuhkan sama saja.
  • E-KTP (asli dan fotokopi)
  • Akte kelahiran/Ijazah/Buku nikah (asli dan fotokopi)
  • Kartu keluarga (asli dan fotokopi)
  • Paspor lama (bila hendak melakukan perpanjangan paspor)
  • Surat rekomendasi (untuk pendaftar e-Paspor domisili di luar Jakarta,  Surabaya dan Batam) *note harus bawa asli dan fotokopi.


2. Proses Pembuatan 

Paspor Biasa

  • Pendaftaran bisa dilakukan online atau langsung datang ke kantor imigrasi setempat
  • Jika memilih untuk daftar online bisa langsung saja mengunjungi halaman imigrasi.go.id
  • Pendaftaran online ini dimaksudkan untuk menghemat waktu antrean, karena jika sudah terdaftar akan  menerima email balasan berupa bukti pendaftaran untuk kemudian melakukan pembayaran
  • Setelah mendapat email, teman-teman akan langsung mendapat identifikasi untuk membayar di BANK BNI/BCA/MANDIRI seharga 355.000 (di kantor imigrasi Serang ada bus Bank BNI yang melayani pembayaran, jadi tidak perlu repot-repot datang ke Bank).
  • Langkah selanjutnya adalah melihat tanggal yang sudah ditentukan untuk datang ke kantor imigrasi melakukan pendataan (foto dan wawancara)
  • Setelah selesai wawancara, paspor bisa diambil 3 hari kerja setelahnya.


E-Paspor

  • Pendaftar harus langsung datang ke kantor imigrasi kelas 1 yang terdapat hanya di Jakarta, Surabaya dan Batam
  • Untuk Imigrasi kelas 1 semua memberlakukan lebih-kurang 350 formulir setiap harinya dan hanya bisa diambil saat kantor imigrasi buka pada pukul 08.00 sampai 10.00 pada hari Selasa, imigrasi Jakarta selatan buka dari pukul 06.00 pagi. Ingat hanya sampai jam 10.00 pagi. Lebih dari jam 10.00 pagi, formulir pendaftaran tidak bisa diambil, dan harus diambil pada hari berikutnya. *noted: ini informasi dari teman saya yang memperbarui paspor biasa lama menjadi e-Paspor.
  • Sistem antrian di kantor imigrasi Jakarta Selatan pun sudah menggunakan antrian digital seperti di Bank dan bisa dilacak melalui halaman imigrasi.go.id

Well, gimana sekarang sudah lumayan kebayang kan proses pendaftarannya ?, Atau masih bingung dan galau pilih Paspor Biasa atau E-Paspor ?, bisa komen di bawah ya !!


Happy Travelling 😎😎😎

























  • Share:

You Might Also Like

12 comments

  1. Happy travelling juga mase ...

    Ngobrolin soal paspor, pasporku selama ini juga masih paspor biasa seperti paspor mase.

    Belum tau nih nanti perpanjangannya akan kupilih yang biasa lagi atau yang e-paspor.
    Tapi setidaknya dari post ini jadi tau perbedaannya.

    Nice post mase 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas hehe, semoga bermanfaat. E-Paspor sih kalau mau ke jepang Dan malas ajuin Visa aja sebenarnya mas kelebihannya.

      Delete
  2. Aku dari dulu mau bikin tapi belum teralisasikan hahahah. Sepertinya akhir tahun ini kudu bikin kok, biar nggak sebatas wacana ke negara tetangga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bikin lah Mas Sitam :). Sekalian langsung yang E-Paspor biar free ke Jepang tanpa Visa 😂

      Delete
  3. Lah baca ini jadi keinget pasporku jangan2 matek....
    SIMku kemaren matek jadi harus tes ulang-_-
    Gak pernah dicek sih.

    Sebenarnya kalo kamu ikuti petunjuk dari ninja hatori, bisa aja keluar masuk negara tanpa ada rekam jejak sekalipun.

    NGOMONG APAAN WOI..

    ReplyDelete
  4. Jadi kalau di Ende bikin saja di Maumere (karena kantor Imigrasi ada di Kota Maumere - Ibu Kota Kabupaten Sikka, di Ende belum ada kantornya) dan bikin passport biasa saja hehehe karena e-passport berlaku di kota-kota itu saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, bikin aja di imigrasi terdekat kalau paspor biasa sih. Aku pengen ke Ende Mbak sumpah ☺️. Ada apaan aja tempat wisata disana Mbak ?

      Delete
    2. Asyiiikkk ada yang mau ke Ende hahaha. Beberapa cerita bisa lihat di blog travel saya. But, secara umum Ende punya banyak hal yang ditawarkan: Danau Kelimutu, Situs Bung Karno (serta wisata sejarah lainnya yang masih berhubungan dengan beliau), pantai-pantaaiiii dan pantaiiiii yang pasir putih dan pasir hitam semua ada, wisata budaya (ini pualing banyak), air terjun, sumber air panas, de el el el el el :D

      Delete
    3. Saya sering baca blogmu Mbak hehehe makanya jadi tertarik ke Ende. Harus di agendakan sih, lagi saving up biar bisa kesana heheh. Nanti bisa ketemuan mungkin Mbak 😁

      Delete
  5. oh begitu ya.... jadi ngerti deh.
    terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Mas, udah cobain bikin paspor juga Mas ?

      Delete