Serunya Main Tenda-Tendaan di Ranca Upas, Bandung

By Didy - 10/07/2018




Setelah sempat beberapa taun silam saya kemping di Kampung Cai, Ranca Upas, Bandung. Akhirnya beberapa minggu lalu saya punya kesempatan lagi main tenda-tendaan di tempat ini, seneng banget rasanya, karena bisa men-charge energi baru untuk siap menghadapi hari-hari selanjutnya (serasa berat beban hidup hahaha).

Anyway, tempat wisata yang saya kunjungi lebih dari sekali biasanya punya kesan tersendiri buat saya. Karena pada dasarnya Saya berprinsip untuk mengunjungi sekali saja setiap tempat yang ingin saya kunjungi, tujuannya supaya saya bisa lebih banyak mengeksplor tempat-tempat lain di dunia ini, kecuali di endorse yah (ini lain ceritanya wkwk).





Pada jalan-jalan kali ini saya tidak berangkat sendirian seperti biasanya. Meskipun saya tetap berangkat sendiri dari Serang, tempat tinggal saya sekarang. Setelah beberapa hari sebelumnya kami merencanakan segala keperluan dan teknis kemping ke Ranca Upas melalui grup Whatsapp yang sengaja kami buat. Akhirnya, pada Jumat malam kami berangkat dari tempat masing-masing ke Bandung.

Saya, Lydia (teman dari Couchsurfing) dan Bang Donny (temannya Lydia) sepakat untuk ketemuan di Terminal Leuwih Panjang Sabtu dini hari, sehingga kami masih punya banyak waktu untuk perjalanan dan santai-santai di tempat tujuan. Perjalanan saya dari Serang cukup melelahkan, bayangkan saja saya berangkat tepat jam 22.30 WIB dari Serang dan baru sampai ke Bandung sekitar 6.30 WIB, percayalah enam jam perjalanan menggunakan bus itu sungguh sangat melelahkan hehehe. Kemacetan memang sungguh sangat menjengkelkan, normalnya perjalanan Serang-Bandung paling cuma 4 jam saja.

Sesampainya saya di Terminal Leuwih Panjang Bandung, saya langsung mencari keberadaan mereka berdua. Kamipun bertemu di Indomaret yang ada di seberang terminal. Sebelum siap melanjutkan perjalanan kami pun memutuskan untuk membeli segala perbekalan/logistik untuk kami berkemping seperti; mie instan, aneka snack, gas kecil untuk kompor outdoor dan aneka minuman hangat sachet, tidak lupa kami pun mengisi perut dulu sebelum ke Ranca Upas.

Perajalanan dari Terminal Leuwih Panjang ke tempat kemping Kampung Cai Ranca Upas tidak terlalu jauh, hanya 1 jam saja menuju Terminal Ciwidey (tergantung kemacetan, weekend bisa sampai 1-2 jam) kemudian dilanjut menggunakan angkot ke Kampung Cai, Ranca Upas sekitar 15 menit.

Karena kami memutuskan untuk menggunakan angkutan umum kami harus siap dengan segala resiko yang harus dihadapi. Tapi, untungnya kendaraan umum yang menuju ke Terminal Ciwidey sangat mudah dan hampir berangkat setiap jam, jenis kendaraan yang digunakan adalah mobil colt bak (mereka menyebutnya demikian) dengan ongkos hanya 15,000 rupiah saja.


Tempat mangkal mobil-mobil colt ini tepat dibelakang Terminal Leuwih Panjang dekat dengan lokasi berkumpulnya bus Damri. Salah satu yang harus teman-teman siapkan untuk menaiki mobil ini adalah kekuatan fisik dan mental, karena teman-teman gak bakalan bisa duduk santai selonjoran sambil menikmati indahnya pemandangan haha. Karena pengaturan kursi ini agak semrawut dan hanya akan berangkat ketika mobil sudah padat sepadat-padatnya, I swear !!.


Setelah sampai ke Terminal Ciwidey kami lanjut pindah angkot warna kuning menuju Patenggang dengan ongkos 10,000 rupiah dan akan berhenti tepat di pintu Gerbang Kampung Cai, Ranca Upas. Lokasi kemping Ranca Upas ini sebenarnya terletak setelah kawasan wisata Kawah Putih, tidak terlalu jauh, jadi buat teman-teman yang sudah pernah ke kawah putih pasti sudah sangat familiar dengan jalur perjalanan ini.

Sesampainya kami di gerbang utama kami masih harus berjalan kaki sekitar 10 menit ke lokasi pembelian tiket masuk tempat ini, harga tiket masuk ke lokasi kemping 15,000 rupiah dan kemping per malam 10,000 rupiah, lebih jelasnya nanti bisa baca di rincian biaya.

Main tenda-tendaan di Ranca Upas itu sangat menyenangkan, terlebih buat teman-teman yang demen kegiatan outdoor karena disini semua tersedia misalnya saja aneka kegiatan outbond seperti flying fox, paint ball, berkuda, panahan dll.

Menurut saya tempat ini memang didesain untuk kegiatan yang bernuansa alam luar, team building dan kebersamaan, sehingga tidak heran banyak sekali orang-orang yang melakukan gathering, OSPEK atau pelatihan-pelatihan.

Pas minggu lalu saya dan teman-teman memilih lokasi tempat pendirian tenda di area paling belakang supaya agak sepi dan tenang. Tenang saja, lokasi kemping disini sangat luas kok, menurut pengelola luasnya lebih-kurang 215 hektare. Jadi, teman-teman bebas memilih tempat kemping dimana saja. Fasilitas yang ditawarkan di tempat ini juga sangat banyak dan menyenangkan, sehingga teman-teman dijamin gak bakalan bosan kalau kemping disini.


Fasilitas Menarik Kampung Cai, Ranca Upas;


1. Camping Ground

Kawasan kemping dengan luas sekitar 215 hektare dan bisa menampung lebih-kurang 10,000 orang dengan pemandangan alam yang sangat indah.


Pemandangan gunung yang akan menjadi background lokasi pendirian tenda, hijaunya pepohonan dan beningnya air sungai bisa disaksikan dari dekat, sungguh akan membuat siapa saja takjub melihatnya. Tidak jauh dari tempat ini juga terdapat hutan lindung yang masih sangat asri yang didalamnya terdapat pepohonan langka yang jarang ditemui seperti; pohon kurai, pasang dan huru. Burung-burung pun juga tampak tidak malu-malu untuk berkicau di dahan-dahan pohon tinggi.

Suhu di area ini cukup dingin bahkan bisa sampai 0 derajat celcius pada malam hari, 17-20 celcius pada siang hari. Hal ini dikarenakan tempat ini berada pada ketinggiang 1700 meter diatas permukaan laut. Jadi, sangat disarankan untuk membawa baju hangat dan jaket tebal.

Jika tidak membawa peralatan berkemping pun teman-teman tidak perlu khawatir karena disini tersedia banyak penyewaan alat-alat kemping seperti; tenda, matrass, sleeping bag bahkan penjualan kayu bakar untuk api unggun.

Untuk urusan tempat ibadah/Masjid dan toilet, teman-teman tidak usah khawatir karena semuanya tersedia lengkap dan bersih.

2. Penangkaran Rusa

Ini sih tempat favorit saya banget, alasannya gak usah ditanya yah hahaha. Karena di tempat penangkaran rusa ini niscaya akan menjadi sumber untuk setiap foto-foto Instagram-able dan Instastory-able yang bisa memperkaya khazanah feed instagram saya tentu saja.  



Rusa-rusa disini dibiarkan hidup bebas di alam liar, tetapi tenang saja teman-teman bisa bercengkrama bahkan memberi makan mereka layaknya Teteh Raisa di video klip album Handmade nya hehehe.


  
Uniknya lagi, rusa-rusa yang ditangkar disini adalah rusa jawa atau Cervus Timorensis yang statusnya dilindungi oleh negara. Rusa ini memiliki warna bulu kaki yang lebih terang dari bulu tubuhnya. Bulu badannya berwarna merah sedikit kecoklatan.



Di penangkaran rusa ini, para pengunjung yang datang bisa mengamati dari dekat perilaku rusa-rusa ataupun memberinya makan. Wortel dan sayuran untuk makanan para rusa, sudah disediakan oleh petugas, cukup membayar 10,000 rupiah saja. Jadi teman-teman tidak perlu repot-repot membawa dari rumah haha.

3. Outbond

Kegiatana outbond disini juga sangat difasilitasi, mulai dari flying fox, panahan, berkuda, paint ball dan aneka games. Biasanya kegiatan ini dilakukan oleh para pelajar dan gathering beberapa gathering perusahaan.


Fasilitas lainnya seperti life musik, snack, atau pun api unggun bisa disediakan tergantung kebutuhan para pengunjung. Bahkan, jika pengunjung ingin tidur di kasur yang empuk dan makan prasmanan pun bisa. Lengkapnya fasilitas yang dimiliki kawasan ini menjadikannya cocok untuk acara outbound/gathering.

4. Kolam Air Hangat dan Waterboom

Setalah asyik main tenda-tendaan dan bercengkarama dengan rusa teman-teman juga bisa berendam di kolam air hangat. Betapa nikmatnya berendam air hangat pada udara yang cukup dingin lengkap dengan pemandangan sekitar yang sangat indah.


Tak jauh dari kolam air panas, terdapat waterboom untuk teman-teman yang berencana berlibur bersama anak-anak tercinta. Jika ingin menggunakan fasilitas ini, Anda harus membayar lagi sekitar Rp 10,000 untuk waterboom dan Rp 5,000 untuk kolam air panas.  

5. Aneka Kuliner, Coffee Shop dan Oleh-Oleh 

Kalau males bawa peralatan masak untuk memasak ya tinggal beli saja (orang kaya hahaha), eh ini seriusan karena di tempat ini semuanya ada, seperti aneka kulineran, aneka jajanan bahkan toko oleh-oleh dan souvenir.


Karena saya dan Bang Donny cinta banget sama kopi, tentu saja coffee shop adalah spot yang sangat menggoda. Kami sempat mencoba kopi lokal khas sana yang diracik oleh barista lokal, bahkan si barista juga sharing banyak ilmunya tentang kopi.

Cukup puas dengan semua kegiatan diatas, kurang lengkap rasanya jika berpergian tanpa membawa pulang buah tangan. Salah satu oleh-oleh khas Ciwidey adalah dodol strawberry. Tidak sulit menemukan penjual dodol karena para penjual biasa menjualnya di kawasan dekat Ranca Upas.

Dodol strawberry ini dibuat oleh para penduduk lokal. Kebanyakan dari mereka memiliki kebun strawberry. Pembuatannya juga sangat alami karena tidak menggunakan bahan pengawet. Satu bungkus dodol harganya Rp 10,000-15,000 saja. Selain dodol, ada juga bandrek, minuman hangat rasa jahe.

Minuman ini sangatlah cocok untuk dinikmati di tempat yang suhunya dingin seperti Kampung Cai, Rancas Ucas. Bandrek juga bisa dibawa pulang dengan cara dikemas di dalam botol. Per botolnya dihargai Rp 7000 – 15.000. Cukup murah, bukan?.


Ok, That's wrap !!, I'm done dengan semua keseruan ini heheh. Pasti teman-teman penasaran dengan rincian biayanya kan ?

Rincian Biaya:

Berangkat

  • Tiket bus  (Serang- Bandung): Rp. 85,000
  • Mobil Colt Terminal Leuwih Panjang - Terminal Ciwidey: Rp. 15,000
  • Angkot Terminal Ciwidey - Ranca Upas: Rp. 10,000
  • Tiket masuk: Rp. 15,000
  • Tiket berkemah: Rp. 10,000/malam
  • Patungan logistik: Rp. 50,000 per orang

Pulang

  • Tiket bus  (Bandung-Serang): Rp. 85,000
  • Mobil Colt Terminal Ciwidey - Terminal Leuwih Panjang: Rp. 15,000
  • Angkot Ranca Upas - Terminal Ciwidey: Rp. 10,000

Total Pengeluaran: Rp. 295, 000 


Rincian Waktu

  • Terminal Pakupatan Serang - Terminal Leuwih Panjang: 4-6 jam
  • Terminal Leuwih Panjang - Terminal Ciwidey:1-2 jam
  • Terminal Ciwidey - Ranca Upas: 15-20 menit

Saran 

  1. Rincian biaya diatas adalah untuk perorangan apabila berangkat dari Serang dan patungan logistik ber-3 orang, Silakan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing
  2. Rincian tersebut juga belum termasuk biaya jajan, makan-makan dan ngopi-ngopi jika teman-teman malas masak (hanya iuran logistik saja), biaya toilet, biaya berfoya-foya pribadi, biaya charge smartphone dan sewa peralatan kemping (apabila tidak membawa)
  3. Usahakan sampai Terminal Leuwih Panjang pukul 6.00 sehingga teman-teman akan punya banyak waktu di perjalanan dan santai-santai di Ranca Upas
  4. Jangan lupa membawa baju-baju hangat, jaket tebal, aneka snack dan peralatan kemping biar lebih hemat.




 


Itulah sedikit cerita, saran dan rincian biaya untuk teman-teman  yang hendak main tenda-tendaan di Kampung Cai, Ranca Upas, Bandung. Semoga berguna dalam perencanaan perjalanan teman-teman.


Selamat menikmati perjalanan ke Ranca Upas :)

 
Happy Travelling 😎😎😎
 
 
 


 



  • Share:

You Might Also Like

12 comments

  1. Waaah kalau aku tinggalnya di dekat Bandung sana [ padahal dulu aku sering banget ke Bandung, tak terhitung sudah berapakalinya ] ..., pasti lokasi Ranca Upas akan kudatangi tak hanya sekali seperti mas Didy lakukan.

    Laah gimana ..., keren begitu tempat camping groundnya.
    Udah gitu ada penangkaran rusa di alam bebas, mandi air panas, belajar memanah ... ,terjangkau pula harganya ngga kayak lokasi lain di Jabar yang biasanya pasang tarif menjulang.

    Sayangnya, saat dulu sering ke Bandung belum pernah aku datangi Ranca Upas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhaha, Hayo ke Bandung Mas :). Tempatnya enak banget buat kemping sih hehe. Harganya juga terjangkau sih, spot penangkaran Rusa memang jadi paling favorit sih kayaknya Mas, Instagramable banget soalnya wkwkwkkw.

      Delete
  2. Seru ya piknik macam begini.
    Bisa main-main di alam dan fasilitas komplit. Apalagi buat orang macam aku yang males bawa-bawa tenda berat,, mendingan sewa aja. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya seru banget :). Iya langsung sewa aja kalau males bawa Mbak kalau males masak buat makan ya beli juga aja 😁

      Delete
  3. Fasilitasnya komplit bangat ya, menikmati alam dengan cara santai. Bisa alternatif buat camping enak ini mah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lengkap Banget Bang :), harganya juga bersahabat hehhehe

      Delete
  4. Ada satu pertanyaan, kalau qt nginep di homestay, saat qt pergi kan brg bawaan dtinggal d kamar, pasti 100% aman lah. Nah ini kan tenda, gmn soal keamanan, sevara tenda kan bs dbilang gk aman, dg brg2 bawaan yg dtinggal d tenda apakah aman ketika qt keliling2. Ya gk mungkin jg bawa brangkas dan prhiasan jg klo liburan, tp kdang kn ya hape, dompet dll. Apakah aman di sana?

    Safety first.
    Oh ya, misalkan cuaca buruk ketika tgh mlm, adakah lokasi berlindung yg memadai?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kalau barang2 penting jangan ditinggal2 Aja sih pasti Aman. Buat lokasi berlindung kalau cuaca buruk, ah tenang saja disana banyak rumah2 warga kok udah komplit . Atau mau berlindung Di kandang rusa juga gpp 😂

      Delete
  5. Pernah ke Ranca Upas, tapi nggak sampai main tenda-tendaan :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah kenapa ?, Cuman foto2 doang terus langsung balik ya ?, Gak nge-camp ?

      Delete
  6. Mupeng sama tempat penangkaran rusanya, lebih iri lagi sama rusa yang dipegang sama Raisa 😁😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya rusa2nya Instagramable banget loh *racun, rela jadi rusa asal dipegang si teteh raisa mas ? 😂😂😂😂😂

      Delete