Airbnb VS Couchsurfing, Kamu Lebih Pilih Mana ?

By Didy - 10/28/2018




Beberapa bulan lalu saat saya travelling ke Jogja saya memutuskan untuk mencoba Airbnb sebagai alternatif pencarian tempat penginapan yang nyaman. 


Alasannya sangat sederhana, karena saat melihat-lihat beberapa penginapan di aplikasi booking hotel online harganya sangat melambung tinggi alias mahal bahkan untuk sekedar hostel sharing room, mungkin karena lagi holiday season. 


Setelah membaca referensi dari beberapa artikel tentang Airbnb. Akhirnya, saya mendownload aplikasinya dan mencoba melihat-lihat beberapa rumah yang eye-catching untuk ditinggali. Beneran dong, semua rumah, penginapan atau apartemen yang disewakan di Airbnb sudah didesain sedemikian rupa supaya si calon penyewa senang dan betah bermalam disana. Pada saat itu kebetulan memang saya juga lagi ada kelebihan sedikit rejeki.





Jadi, ya boleh dong sekali-sekali liburan dengan menginap di tempat yang "proper". Karena seperti yang teman-teman ketahui kalau saya ini bener-bener budget traveller (cenderung pelit malah hehehe), terutama untuk urusan penginapan. Karena untuk urusan budget penginapan ini cukup menyita banyak pengeluaran saat travelling.

Kalau sudah begini, solusinya tentu saja Couchsurfing. Karena selain bisa menghemat pengeluaran pada saat travelling alias GRATIS, juga bisa menikmati sensasi travelling like a local hehehe.


Ada satu pengalaman lucu miris saat saya menggunakan Couchsurfing di Kuala Lumpur. Si host Couchsurfing ini tiba-tiba nanya ke saya setelah menghidangkan makanan khas India, kebetulan beliau adalah seorang keturunan India.


Tetiba saja dia nanya: "Have you ever heard about Airbnb ?, It turns out that Airbnb is similar to Couchsurfing in so many aspect, except that in Airbnb you have to pay the homeowners or hosts". Saya langsung keselek wkwkwk, waduh jangan-jangan nih orang menyindir secara halus supaya saya tinggal di tempatnya dia secara tidak gratisan, huft.


Sedikit panik, karena memang budget untuk penginapan pada saat travelling sudah saya hapuskan dari itinerary saat itu hahaha. Bukan apa-apa, tempat penginapan di KL itu harganya lumayan mahal-mahal. Selain itu, sisa duit ringgit di kantong sangat tidak memadai hahaha. Jadi bisa dibayangkan dong, betapa paniknya saya saat si host Couchsurfing itu bertanya demikian.


Tapi, don't get me wrong yah !. Saya suka Couchsurfing bukan hanya karena faktor GRATISAN semata, tapi lebih ke kehangatan dan connection antar sesama anggota Couchsurfing. Saya juga sangat suka karena di Couchsurfing kita bisa saling membantu dalam hal akomodasi/penginapan. Selain memang, saya ini juga orangnya sangat senang sharing dan ngobrol-ngobrol tentang pengalaman travelling antar sesama traveller anggota Couchsurfing.


Tapi mungkin buat sebagian orang, travelling adalah saatnya  untuk menikmati quality time entah itu sendiri atau bersama pasangan  tanpa ada gangguan dari siapapun walaupun tetep pengen berasa kayak di rumah sendiri. That's why, banyak yang memilih Airbnb sebagai solusinya.


Just for your information, walaupun berbayar Airbnb sangat berbeda dengan hotel atau guest house, karena di Airbnb kita bisa benar-benar bisa travelling serasa tinggal di rumah sendiri, kebanyakannya kita akan tinggal bersama si pemilik rumah (ada juga yang tidak tinggal bersama si pemilik rumah). 



   
Jadi, tetap berasa seperti menggunakan Couchsurfing dalam versi berbayar dengan fasilitas yang super nyaman. Misalnya saja; desain rumah yang bagus, kamar yang nyaman, seprei yang harum, sarapan disuguhi masakan rumahan yang enak dan lain-lain.

Ketika memutuskan untuk travelling ke suatu kota atau negara, pasti teman-teman sudah merencanakan dan memperhitungkan matang-matang mengenai hal akomodasi ini, sesuai budget masing-masing. Iya kan ?, entah itu tinggal di hotel, budget hostel atau rumah pribadi seperti Couchsurfing dan Airbnb.


Nah, pada postingan kali ini saya akan coba membandingkan antara Airbnb versus Couchsurfing, berdasarkan pengalaman saya menggunakan keduanya. Harapannya, semoga bisa menjadi bahan pertimbangan referensi akomodasi. Sehingga, teman-teman bisa memutuskan akomodasi yang sesuai untuk next travelling.


Tapi, tunggu dulu ... Saya ingin bercerita background dari Couchsurfing dan Airbnb, sebelum membandingkan persamaan dan perbedaannya lebih lanjut. Btw, saya juga pernah nulis tips menggunakan Couchsurfing, bisa klik disini kalau mau baca.


Kedua platform ini didirikan pada tahun 2000an dengan tujuan utamanya adalah sharing akomodasi bagi para traveller di seluruh dunia. 

Couchsurfing mulanya adalah sebuah projek kecil-kecilan pada tahun 2004 dengan tujuan memfasilitasi bagi siapapun di seluruh dunia yang ingin membantu menyediakan akomodasi/sharing rumah dengan stranger. Umumnya, adalah sesama traveller.


Sekarang, Couchsurfing adalah sebuah komunitas global traveller dengan jumlah anggota lebih dari 14 juta traveller di lebih dari 200,000 kota-kota di dunia. Couchsurfing percaya dan berprinsip; connecting travellers who are willing to share in meaningful ways to make a travel a truly story.

Empat tahun kemudian, tepatnya pada Agustus 2018 Airbnb resmi diluncurkan berbasis di San Francisco sebagai community marketplace terpercaya untuk setiap traveller yang ingin membooking akomodasi/tempat menginap yang unik di seluruh dunia. Sekarang, Airbnb beroperasi di lebih 65,000 kota-kota dan 191 negara dengan jumlah pengguna lebih dari 200 juta.

Persamaan antara Couchsurfing dan Airbnb;

Well, seperti yang sudah saya terangkan di atas kalau kedua platform ini sekarang sudah memiliki pengguna yang tersebar di seluruh dunia. Tetapi apa sih kesamaan antara kedua platform ini;

1. Pilihan untuk mencari penginapan lebih tradisional dengan sistem kekeluragaan

Teman-teman setidaknya pernah dong menginap di hotel sungguhan ?. Umumnya, mereka akan memberikan harga tinggi dan sangat sedikit interaksi dengan warga lokal selama kita menginap, iya kan ?. 

Untuk para solo traveller kayak saya, Airbnb dan Couchsurfing bisa banget dijadikan sebagai alternatif mencari tempat menginap yang menyenangkan ketimbang hotel. Bayangkan, teman-teman bisa menginap di tempat dengan desain bangunan yang sangat unik seperti sebuah rumah dengan desain bangunan yang sangat unik di pedesaan, apartemen modern, atau bahkan berkesempatan menginap di kastil-kastil eropa hehehe. 

2. Rumah pribadi

Tidak seperti hotel dan hostel, Airbnb dan Couchsurfing benar-benar menawarkan kita untuk tinggal bersama dengan pemilik rumah (kebanyakan), tapi ada juga yang tidak tinggal bersama dengan si pemilik rumah.




Dengan menggunakan kedua platform ini, teman-teman beneran bakalan berinteraksi dengan orang lokal, I'm pretty sure, you will love to travel with locals sensation.





*Credit picture: airbnb.com

3. Perlu membuat profile pengguna sebelum memakai kedua platform ini

Perlu diketahui, sebelum menggunakan kedua platform ini. Pengguna wajib membuat profile pengguna di kedua platform tersebut. Sangat diperlukan profile yang meyakinkan terlebih Couchsurfing karena tidak ada biaya apapun alias GRATIS hanya mengandalkan sistem kepercayaan saja. Ketika profile sudah dibuat teman-teman bisa langsung menggunakannya. 

Biasanya antar sesama pengguna harus saling berkomunikasi secara intens sebelum akhirnya memutuskan menjadi guess atau host, sangat penting menanyakan hal-hal apa saja yang diperbolehkan dan tidak selama kita stay di tempat si pemilik rumah.

4. Kesempatan untuk mendapat pengalaman travelling yang tidak biasa

Airbnb dan Couchsurfing menawarkan sensasi tinggal langsung dengan si pemilik rumah yang pastinya akan banyak memberikan kesempatan langka bagi para traveller untuk belajar budaya dan adat-istiadat langsung dari perspektif warga lokal. Jadi, benar-benar lebih dari sekedar menginap, sangat berbeda manakala teman-teman memutuskan untuk tinggal di sebuah hotel atau hostel yang tidak lebih hanya sekedar transaksi komersial.

Perbedaan antara Couchsurfing dan Airbnb;

Kalau tadi saya sudah membahas beberapa kesamaan antara keduanya. Nah, sekarang giliran saya membahas perbedaan keduanya. Without any further do, cekidot~

1. Proses pencarian

Dalam hal mencari tempat menginap di Airbnb dan Couchsurfing, sebenarnya antara keduanya sama saja. Teman-teman kudu bikin request di keduanya dan menghubungi si calon host kemudian menunggu apakah diterima atau ditolak, dan intens berbalas pesan ketika sudah direspon. 

Jika dibandingkan dengan Airbnb, Couchsurfing mungkin lebih membutuhkan effort dalam hal mencari tempat menginap saat travelling, dan penting untuk mencari traveller lain yang akan dirasa connect sebagai host kita nantinya. 

Bayangkan, kalau request kita sudah diterima terus ternyata kita gak cocok dengan si host Couchsurfing nya, apa gak awkward tuh, hahaha.

2. Biaya sewa

Tidak seperti Couchsurfing yang bebas biaya alias GRATIS, di Airbnb ada fee yang harus dibayarkan baik untuk guest ataupun host ketika membuat reservasi. Tapi, berdasarkan pengalaman saya, biaya yang dikeluarkan untuk sewa properties tersebut akan sebanding dengan kualitas propertinya. Beberapa kali menggunakan Airbnb saya sangat puas sih dengan kualitas tempat tinggalnya, benar-benar nyaman dengan pemilik rumah yang sangat ramah dan menyenangkan.


3. Tipe-tipe sharing tempat tinggal

Ada tiga tipe properti yang disewakan di Airbnb yaitu; sharing rooms, private rooms atau entire rooms. Untuk teman-teman yang tidak ingin diganggu oleh siapapun saat liburan bisa sewa tipe private rooms karena si pemilik tidak tinggal bersama calon penyewa. 

Sedangkan, di Couchsurfing kita tidak bisa memilih akan ditempatkan dimana, semuanya tergantung oleh kemurahan hati si calon host. Bisa di ruang tamu, sekamar dengan si pemilik rumah atau hanya tidur di sofa, namanya juga GRATIS ya kudu sadar diri dong hahaha.

4. Interaksi dengan warga lokal

Dalam hal ini, keduanya akan memberikan kesempatan yang sama. Dimana teman-teman bisa berinteraksi dengan sangat menyenangkan dan sharing berbagai hal dengan warga lokal atau si pemilik rumah. Dalam hal ini perbedaannya, hanya di berbayar dan tidak. Untuk urusan interaksi akan sama, bisa menyenangkan bisa juga tidak, namanya juga dengan stranger. Intinya, teman-teman kudu asyik dan pandai membawa diri. 

5. Konfirmasi 

Ini menurut saya adalah salah satu perbedaan yang sangat crucial, di Airbnb karena sudah membayar kita sudah pasti terkonfirmasi sesuai bookingan kita secara akurat baik itu tanggal menginap dan detail tempat menginap serupa dengan sistem di hotel. Sedangkan di Couchsurfing, si pemilik rumah bisa saja membatalkan request teman-teman yang sudah diterima di last minutes, kalau udah begini, ya kudu bikin request baru ke anggota couchsurfer yang lain dan perbanyak sabar kalau gak dapet-dapet yah wkwkwk.


Well, mungkin cuma itu yang bisa saya share mengenai Couchsurfing dan Airbnb. I'm pretty sure,  you already have the answer to which platform you prefer hehehe. 

Buat saya pribadi saya lebih prefer menggunakan Couchsurfing sih, karena selain GRATIS saya juga bisa benar-benar connect dengan para traveller lain di seluruh dunia secara tulus dan bisa sharing banyak hal terutama belajar menghargai perbedaan diantara para Couchsurfer, Aseeek.


Kalau kamu pilih yang mana ?, Boleh komen di kolom komentar dibawah ya.



Happy Travelling 😎😎😎










  • Share:

You Might Also Like

6 comments

  1. Wah ini bisa dipertimbangkan supaya bisa menghemat akomodasi, secara kan tiap bepergian pasti pengeluaran paling besar disini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak Dew, bisa jadi pilihan dongs. Couchsurfing terutama yah. Kalau Airbnb ya tetep agak mahal2 sih tapi design interior Dan exterior kece-kece banget Mbak.

      Delete
  2. Kalo beneran lagi liburan dan lebih banyak eksplorasi aku lebih milih AirBnb dong,, lebih nyaman karena nggak nebeng gratisan.
    Kalo emang travelling sendirian dan butuh lebih banyak berinteraksi dengan host, aku pilih Couchsurfing. Buat aku CS nggak hanya tempat bobo, tapi lebih ke arah dapat keluarga baru.
    Dengan host AirBnb kemungkinan dapat keluarga baru juga pasti ada, tapi peruntukan AirBnb itu emang lebih ke bisnis, cari untung, nggak semata untung dalam bentuk uang lho, untung kamarnya ada yang nempati juga bisa, untung ada temen di rumah juga bisa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sukur2 yg punya rumah ganteng... ato anak tuan rumahnya ganteng gitu kan mayan bisa sekalian.

      Delete
  3. aku lebih kenal air bnb. aku punya appnya airbnb, jadi lebih sering pake itu. Aku baru denger couchsurfing. Tapi dari yang aku baca di nomor 5 kok kayaknya gak enak yah si couchsurfing itu. aku paling sebel pembatalan di last minute gitu :-/

    ReplyDelete