[Sebuah Pendakian] Gunung Cikuray, Garut, Jawa Barat

By Didy - 9/23/2018


Berawal dari obrolan di grup WhatsApp dengan member teman-teman pendaki yang sebelumnya mendaki bersama ke Papandayan Bulan Agustus lalu. Ya, meskipun pendakian telah usai tapi kami tidak  leave grup begitu saja. Bahkan tetap haus akan rencana-rencana pendakian selanjutnya yang hampir setiap minggu selalu saja ada rencana.

Walaupun dari kami baru pertama kali bertemu pada saat pendakian ke Papandayan, bulan Agustus lalu. Tapi, kami berasa seperti teman lama yang sudah saling kenal bertahun-tahun.

Oh iya, kalau mau baca kisah Pendakian dan itinerary lengkap tentang Gunung Papandayan bisa baca disini ya.


Saya sendiri memang tipikal orang yang lebih memilih gunung ketimbang pantai kalau ada pilihan antara kedua tempat itu. Alasannya, gak usah ditanya, karena saya juga gak tau jawabannya hahaha. Tapi, mungkin kalau boleh jawab singkat, kenapa saya suka naik gunung. Mungkin karena adanya samacam suasana hangat antar sesama pendaki selama pendakian meskipun kita tidak saling mengenal.

Well, tanpa persiapan yang panjang akhirnya kami anggota grup pendakian Papandayan memutuskan untuk muncak lagi. Tujuannya, gak terlalu jauh dari Gunung Papandayan, yaitu Gunung Cikuray karena keduanya sama-sama berlokasi di Garut which is (anak gaul Jaksel gilaaak wkwkwk) tidak terlalu jauh dari kota asal masing-masing.

Beberapa hari sebelum keberangkatan kami mulai sibuk berdiskusi tentang pendakian yang akan kami lakukan ini, mulai dari moda transportasi yang akan dipakai, share peralatan yang belum ada seperti tenda, stove dan nesting, serta iuran patungan pun kami diskusikan di grup demi menghemat budget masing-masing.

Kami memutuskan mendaki Gunung Cikuray via jalur Cilawu atau Pemancar, karena ini adalah salah satu jalur favorit para pendaki sehingga kemungkinan besar pasti jalur ini adalah jalur teraman yang bisa dipilih. karena pada pendakian kali ini banyak teman-teman saya yang baru pertama kali mendaki. Bukan apa-apa, karena menurut cerita, katanya Gunung Cikuray itu treknya cukup ekstrim dan cukup membuat lutut menyentuh jidat karena sepanjang pendakian jalurnya menanjak terus gak ada bonus sama sekali.


Untuk sekedar informasi, Gunung Cikuray merupakan Gunung berbentuk kerucut yang masuk kategori tidak aktif, dengan ketinggian 2,821 MDPL. Gunung Cikuray juga masuk kedalam daftar gunung tertinggi ke-4 di Jawa Barat setelah Gunung Ciremai, Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Selain itu, Gunung Cikuray juga termasuk salah satu gunung yang sering dikunjungi para pendaki atau pencinta alam selain Gunung Papandayan.

Secara geografis Gunung Cikuray terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia. Berada diperbatasan Kecamatan Cikajang, Bayongbong dan Deyeuh Manggung. Untuk jalur pendakian sendiri, terdapat tiga jalur alternatif pendakian yang bisa dipilih, yaitu; via Cikajang, via Bayongbong dan via Cilawu/Pemancar.


Menurut beberapa artikel yang pernah Saya baca, jalur Cilawu adalah jalur favorit karena selain jalurnya pendek, jalur ini juga memiliki medan yang tidak terlalu terjal dibandingkan dua jalur lainnya, meskipun, sangat menanjak. Sedangkan, jalur Bayongbong adalah jalur pendakian dengan trek paling pendek namun sangat curam dan terjal. Jalur terakhir yang bisa dipilih adalah jalur Cikajang yang konon katanya memiliki trek paling panjang namun lebih mudah didaki ketimbang dua jalur tadi.

Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, kami memilih jalur Cilawu atau Pemancar karena menjadi jalur yang sangat favorit bagi pendaki jadi kalau ada kejadian buruk tak terduga ketika pendakian akan banyak pendaki lain yang akan menolong kita.


Kami start mendaki sekitar jam sepuluh pagi dari pos 1 dan sampai di pos 7 sekitar jam tujuh malam. Cukup panjang dan melelahkan memang, terlebih treknya masyallah nanjak terus hahaha. Tapi kami tetap senang dan bersemangat (dikuat-kuatin). Ada 7 pos pendakian di Gunung Cikuray yang jaraknya bervariasi jauh-dekatnya, plus 1 pos bayangan sebelum puncak Cikuray.

Untuk lokasi pendirian tenda kami memilih di pos bayangan karena sangat dekat dengan puncak Gunung Cikuray kira-kira 7-10 menit saja naik. Awalnya, kami berniat mendirikan tenda di pos 7 tetapi karena kami mendaki pada saat weekend, pos 7 benar-benar sudah penuh. Akhirnya, kamipun memilih pos bayangan (sebenarnya pos bayangan juga cukup penuh). Tetapi beruntung masih ada space sekitaran tiga tenda untuk kami mendirikan tenda.


Kalau teman-teman dari Jakarta ingin mendaki Gunung Cikuray bisa naik bus Primajasa dari pool Cililitan, karena selain ongkosnya murah hanya 52,000 rupiah saja, jadwal keberangkatan bus juga pasti setiap sejam sekali sampai jam sebelas malam terkahir berangkat. Setelah sampai Terminal Guntur, Garut, bisa naik mobil colt bak terbuka untuk menuju ke pos pendaftaran Pemancar dengan ongkos 45,000 rupiah per orang dan biasanya mobil akan berangkat ketika penumpang sudah mencapai 11-15 orang.

Sekitar hampir sejam lebih terombang-ambing di mobil colt bak terbuka akhirnya kamipun sampai juga di pos awal sebelum pendaftaran. Disini, kami diwajibkan membayar 10,000 rupiah per orang. Terdapat warung-warung yang menjual makanan dan keperluan logistik pendakian di pos awal ini. Setelah lewat pos ini, kami lanjut mendaki ke pos 1 alias pos pendaftaran yang terletak diantara perkebunan teh yang sangat hijau (nyegerin mata). Di pos 1 atau pos pendaftaran ini, pendaki wajib melakukan registrasi dan membayar tiket naik gunung sebesar 15,000 rupiah per orang, FYI, pos ini buka jam 04.00 - 17.00 WIB.

Kalau boleh saya rangkum jarak pendakian tiap pos yang dilalui via Cilawu hasilnya seperti ini;
  • Pos 1 - 2 sekitar 1 jam
  • Pos 2 - 3 sekitar 2 jam 45 menit
  • Pos 3 - 4 sekitar 1 jam
  • Pos 4 - 5 sekitar 25 menit
  • Pos 5 - 6 sekitar 30 menit
  • Pos 6 - 7 sekitar 50 menit
  • Pos 7 - Puncak sekitar 10 - 15 menit
Saya pakai kata "sekitar" karena waktu tempuh ini tergantung seberapa sering kita beristirahat selama pandakian hehehe. Eits, tapi tenang saja meskipun harus mendaki sekitaran 8 jam ke puncak semua usaha yang sudah kita lakukan tidak akan sia-sia karena di puncak Gunung Cikuray, teman-teman bakalan melihat indahnya negeri diatas awan dan saya yakin teman-teman akan sangat takjub dengan keindahannya. Terlebih ketika matahari terbit, dijamin gak bakalan nyesel deh hehehe. 

Tips pendakian Gunung Cikuray via Cilawu;

  1. Gunakan peralatan dan perlengkapan pendakian yang lengkap untuk kenyamanan dan keamanan selama pendakian.
  2. Disarankan pergi berkelompok banyak mungkin maksimal 11 orang sehingga akan sangat menghemat iuran patungan dan gampang sewa mobil colt bak terbuka.
  3. Tidak ada sumber air di sepanjang jalur pendakian via Cilawu, sehingga, wajib melengkapi logistik sebelum mendaki terutama air minum.
  4. Setiap pos di Gunung Cikuray bisa dijadikan tempat mendirikan tenda, namun jika memutuskan mendaki pada weekend kemungkinan setiap pos penuh sampai puncak.
  5. Tidak disarankan membuat tenda di puncak Gunung Cikuray, meskipun tempatnya cukup luas dan terdapat shelter berukuran 2,5 X 2,5 meter sebagai penanda puncak Gunung Cikuray. Dikarenakan rawan badai dan tempatnya terbuka.
  6. Tidak disarankan untuk meninggalkan sisa makanan atau peralatan masak/peralatan makan kotor di luar tenda karena akan banyak babi hutan yang super gede-gede bakalan menyerang di malam hari (kami saksinya, belum selesai membersihkan peralatan bekas memasak si babi hutan udah keburu dateng, dan Alhamdulillah walhasil semuanya habis diobrak-abrik parah,  kami hanya berdoa dan meradang di dalam tenda HAHAHA).

Rincian Biaya; 

Berangkat:

  • Tiket bus Primajasa Jakarta - Garut, Rp. 52,000
  • Sewa mobil colt bak terbuka per-orang, Rp. 45,000
  • Pos pendaftaran awal, Rp. 10,000
  • Tiket Registrasi, Rp. 15,000
  • Patungan logistik, Rp. 75,000

Pulang:

  • Sewa mobil colt bak Gunung Cikuray - Terminal Guntur, Rp. 45,000
  • Tiket bus Primajasa Garut - Jakarta, Rp. 52,000 ( hanya beroperasi sampai jam 16.00 dari Garut ke Jakarta, tapi jangan khawatir kalau kemaleman bisa naik bus Karunia Bakti ke  Kalideres atau Terminal Kampung Rambutan dengan tarif yang sama).

Total Biaya: RP . 289,000 

* Biaya diatas adalah asumsi untuk patungan ber-8 orang. Belum termasuk biaya jajan di pos 1 dan biaya sewa peralatan (jika belum lengkap), jadi bisa disesuaikan sesuai keperluan masing-masing.

Rincian waktu;

  • Jakarta - Garut sekitar 4-6 jam
  • Terminal Guntur - pos pendaftaran sekitar 1 jam
  • Waktu pendakian sekitar 8 jam
  • Waktu turun sekitar 3-5 jam 
  • Garut - Jakarta sekitar 4-6 jam

Ok, kayaknya cukup segitu aja deh cerita pendakiannnya. Semoga membantu buat teman-teman yang ingin melakukan pendakian ke Gunung Cikuray.

Happy Travelling 😎😎😎






  • Share:

You Might Also Like

16 comments

  1. Buset dari jam 10 pagi sampe jam 7 malam. Lama juga yah kalo daki gunung itu, tapi emang pasti pemandangannya epic. BTW itu babi hutan ngusirnya gimana masdid? Serem amat disamperin babi hutan. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Dari jam 10 pagi sampe Puncak jam 7 malem Karena Kita kebanyakan istirahat hahahha. Gak bisa nemu tempat enak buat sandaran wkwkkw. Kagak diusir dibiarin aja hahah. Kita cukup berdoa didalam tenda 😂😂😂, udah mah babi nya super gede bertaring wkwkkwkwk. Momen yg gak bisa dilupakan sih jadinya Mas hehhehe.

      Delete
  2. Trekking ke puncaknya cihuyy banget lamanya, mas Didy ..., 9 jam 😲 !.
    Itu dibarengi bentar-bentar ngaso ya ?.

    Pengalaman lihat babi hutan langsung di hutan, eh tepatnya lihat perkampungan babi hutan pernah aku temui,mas.
    Tapi itu udah duluuuuuu banget kejadiannya.
    Ceritanya aku diajak papaku berburu babi hutan di gunung Merbabu dan ditunjukin oleh papaku dari kejauhan lokasi perkampungan babi hutan.
    Aku kaget banget dan ngga nyangka yang disebut perkampungan babi hutan itu ... terdiri dari beberapa gundukan terbuat dari semak dan ranting di suatu cekungan.
    Ngeri ngelihatnya dan untungnya saat itu babi hutan ngga muncul mendadak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahhah Iya Mas, itu rasanya lutut sampe meluk jidat dah Karena nanjak terus hahahha. Oh kayaknya disitu juga Mereka (babi) punya kampung juga sih disana . Gilak gede2 banget dah wkwkkwkw.

      Delete
    2. Hahaha .. , itung-itung membakar kalori ya trekkingnya,mas ..., biar okay badannya.

      Wuiih, untung mas Didy ngga diseruduk lihat babi hutan di perkampungan mereka.

      Delete
  3. Omaigat,, kebayang kalo aku ikutan trekking, aku pasti gak sanggup. bakalan di tinggal sama kawan2 yang lain... hehe...
    tapi dari lubuk hatiku yang paling terdalam, aku pengen banget mendaki gunung yang penuh tantangan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha kagak lah Mbak, mendaki sama Gue bakalan ditinggalin kok wkwkkwk. Hayo Cobain mendaki pasti nanti ketagihan deh hahahah...

      Delete
  4. mendaki gunung adalah masuk dalam bucket list saya sebelum umur 30 nanti. semoga bisa terwujudkan. aamiin. malu rasanya sama teman yang sudah mendaki berbagai macam gunung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak usah malu bang. Masih belum terlambat kok hehhe, hayo muncak bareng bang kapan2 😁. Yg pendek2 aja dulu ⛰️⛰️⛰️

      Delete
  5. Tos! Gue juga lebih memilih gunung daripada pantai, dan gue juga sama-sama naik via Cilawu (Pemancar) tahun 2016 lalu, hehe. Cuma kalo kamu bilang alasannya karena kehangatan para pendaki, berarti itu bukan masalah tempat dong, tapi masalah pergi sama siapa. Kalo gue sih karena gunung itu adem dan tenang. Aku nggak tahan panas, btw.

    Kamu enak nanjak pas medannya cukup ramah. Gue ke sana pas musim kemarau, sepanjang jalan tanahnya kering banget, debu ke mana-mana sampai kami harus pake masker. Sampai ke pos, dari kepala sampai kaki udah berlapis debu semua, hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan pergi sama siapanya tapi ini lebih ke para pendaki lain yang Gue temuin Yang belum kenal sama sekali tapi kehangatan itu Ada (apalagi Gue pergi sendiri hahahha).

      Adem dan menenangkan juga jadi Salah satu alasannya sih hahhah. Etapi bukannya justru Pas kemarau malah lebih enak ketimbang hujan licin ?, Kalau urusan debu ini ya sama Aja hahhahahah.

      Delete
  6. Mantab yak ...
    Meskipun kesukaan qt berbeda, sy lbh suka laut, tp lihat indahnya gunung juga okelah.

    Btw berbeda dg Papandayan, di Cikuray ini kalau mau MCK nya gmn, memungkinkan kah?

    Btw, klo sy sih pilih jalur via Cikajang aja dah, laper2 haus2 mampir Pasar Santa deh, banyak jajanan wkwkwkwkwk, bisa ngaso juga cri es kupi biar gak gesrek hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha ooh Saya juga suka hehehhe. MCK alam aja sih seperti biasanya pendakian yg penting bawa tissue basah, Kering atau sedikit air. Oh dideket Cikajang Ada pasar ? Kirain pasar santa Jakarta 😂

      Delete
  7. Waaaah, saya belum kesampaian main ke Cikurai. Baru Papandayan aja nih :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Papandayan juga keren udah difasilitasi banget walaupun agak pricey hehheeh. Hayo Bang tamarin PAGUCI (Papandayan, Guntur, Cikuray). 😂

      Delete