Mendalami Toleransi dan Perbedaan di Gereja Ayam

By Didy - 7/17/2018


Sangat jarang sekali rasanya Saya travelling ke tempat ibadah umat beragama lain seperti Gereja, Klenteng, Vihara atau tempat peribadatan yang lain.  Karena biasanya Saya lebih memilih untuk mengunjungi tempat-tempat yang bertemakan petualangan alam seperti gunung, bukit atau pantai.



Namun karena Si Gereja Ayam ini memiliki daya tarik tersendiri untuk dikunjungi Saya tak kuasa untuk tidak mengunjungi tempat ini hehehe, awalnya Saya memang kemakan hasutan Mbak Cinta dan Mas Rangga yang menjadikan Bukit Rhema lengkap dengan Gereja Ayamnya ini sebagai latar di film AADC 2.

Saya rasa cukup beralasan sih, kenapa sang sutradara mengambil lokasi syuting filmnya di tempat ini, karena memang pemandangannya sangat menawan. Dari sini Kita bisa melihat pemandangan Candi Borobudur dari sudut yang berbeda, hijaunya Perbukitan Menoreh dan keindahan sunrise Punthuk Setumbu.

Bentuk bangunan yang unik seperti ayam membuat kepopuleran tempat ini semakin terkenal ke seluruh penjuru Indonesia bahkan Dunia. Tapi, tahukah Kamu kalau ternyata bangunan ini bukan berbentuk seperti ayam melainkan merpati.

Banyak fakta-fakta unik seputar tempat ini yang belakangan Saya ketahuai setelah mengunjunginya, berikut fakta-fakta unik tentang tempat wisata ini yang perlu diketahui sebelum Kamu mengunjunginya.

Berlokasi di tengah Perbukitan

Tempat wisata ini berlokasi di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Bangunan yang dikenal sebagai Gereja Ayam ini berada di tengah-tengah perbukitan dan hutan yang cukup lebat terlebih jika memilih trek dari Punthuk Setumbu akan sangat menantang. Meskipun demikian, dari Punthuk Setumbu hanya waktu sekitaran 20 menit saja menuruni bukit dengan jalan setapak di tengah pepohonan lebat, saran Saya pakailah alas kaki yg nyaman dan sesuai seperti sepatu outdoor atau sandal gunung supaya tidak kesusahan menuruni perbukitan ini.

Bukan 'Gereja Ayam'

Ketika menukarkan tiket di pintu masuk Kita akan disambut oleh petugas yang akan menjelaskan sejarah singkat dari bangunan ini. Sang petugas menjelaskan kepada Saya bahwasannya tempat ini bukanlah sebuah gereja melainkan rumah doa yang bisa dipakai bagi seluruh umat beragama.



Bangunan ini memang dibangun oleh seorang Kristiani bernama Daniel Alamsjah, yang menurut cerita yang Saya baca dari beberapa artikel.

Dikatakan bahwa beliau mendapatkan pesan dari Tuhan untuk membangun sebuah rumah ibadah dalam bentuk burung merpati. Hanya karena Daniel seorang Kristiani banyak warga sekitar menganggap kalau bangunan ini adalah sebuah gereja.

Selain itu bentuk dari bangunan inipun juga bukan ayam melainkan seekor burung merpati putih dengan badan yang lebih panjang dan terdapat mahkota di kepalanya. Just for your information nih, rumah ibadah ini sudah dibangun tubuh bangunan mulai tahun 1991 sampai kepala bangunan tahun 1995 dan sempat ditutup pada tahun 2000 karena adanya pertentangan dengan warga sekitar, dan sampai sekarang masih dalam tahap pembangunan.

Memiliki banyak ruang bawah tanah 

Selain menyuguhkan pemandangan luar bangunan yang indah di Gereja Ayam ini juga memiliki banyak ruangan bawah tanah dengan sekat-sekat sempit yang sudah dituliskan fungsi-fungsi dari kamar-kamar tersebut. Seperti ruang do'a umat Islam, umat Kristiani, umat Hindu, umat Budha dan ada ruang do'a khusus pribadi yang hanya memuat satu orang saja.



Tapi entah mengapa ketika Saya memasuki dan menyusuri ruangan-ruangan terseebut satu-persatu, Saya merasakan kesan spooky hehehe, mungkin karena pengap dan gelapnya suasana ruang-ruang bawah tanah tersebut atau mungkin memang sengaja dibuat demikian oleh Si Pemilik untuk menimbulkan kesan khusyuk dalam setiap doa-doa yang dipanjatkan oleh si pendoa.

Kalau boleh Saya rangkum kesan Saya mengunjungi Gereja Ayam, Bukit Rhema ini adalah sangat menyenangkan dan mengedukasi karena dari sini Saya banyak sekali belajar tentang pentingnya bertoleransi antar umat beragama.  

Banyak sekali kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan di tempat ini, seperti; 

Wisata reliji, karena di tempat ini menyediakan beberapa ruang doa pribadi tenang di bawah tanah yang cocok bagi siapa saja yang ingin memanjatkan doa secara lebih khusyuk



Wisata edukasi, setelah melihat matahari terbit dari mahkota Bukit Rhema yang menyerupai ayam ini. Pengunjung bisa melihat sambil berfoto di lukisan-lukisan yang ada di dinding Bukit Rhema ini. Tiap lantai memiliki lukisan dengan tema yang berbeda beda mulai dari bahaya narkoba bagi generasi muda, perjalanan hidup sampai dengan nasionalisme terhadap bangsa kita ini.


Bukit Rhema juga menjadi cikal bakal berdirinya Panti Rehabilitasi Betesda yaitu Panti Rehab yang menampung dan mendidik orang yang terkena gangguan jiwa, kenakalan remaja maupun terjerumus dalam Narkoba.

Wisata alam, masih ingat gambar apa yang sering Kiga gambar ketika pelajaran menggambar waktu masih sekolah dasar ?, pasti gambar matahari terbit diantara dua gunung, hayo ngaku saja ?, Saya juga sama kok hehehe.


Pastinya kalau kamu datang ke Bukit Rhema kamu bisa melihat perwujudan asli gambar matahari terbit diantara dua gunung tersebut. Kamu bisa melihat indahnya sunrise di Bukit Rhema. Tak heran banyak orang rela menunggu dari subuh untuk melihat sang mentari muncul diantara dua gunung.

Mungkin inilah yang menjadi inspirasinya pelajaran menggambar kita dulu itu hahaha. Bukit Rhema dikenal karena menjadi salah satu lokasi Private Sunrise Terbaik dan terindah di Magelang selain Punthuk Setumbu.

Wisata kuliner, tidak usah khawatir kelaparan karena berada ditengah-tengah bukit dan hutan lebat ya, Sekarang sudah dibuka Kedai Rakyat W’Dank Bukit Rhema. Kedai ini posisinya berada di bagian belakang Bukit Rhema. Pemandangannya pun tak kalah indah dengan pemandangan dari mahkota gedung merpati.


Kedai Rakyat W’dank Bukit Rhema baru di buka pertengahan tahun 2017 dan langsung jadi tempat wisata kuliner paling hits di Magelang, Selain lokasinya yang berada di atas bukit, tempat ini menyajikan makanan tradisional yang enak banget. Buat kamu yang pernah ke Bukit Rhema atau yang dikenal dengan Gereja Ayam pasti tidak kesulitan untuk menemukan lokasi kuliner kedai rakyat ini. Yup, karena memang lokasinya berada di sisi belakang bangunan Gereja Ayam.


Bisa bayangin kan asiknya makan ditempat ini? Setelah berlelah-lelah menikmati setiap sudut Bukit Rhema yang cocok banget buat selfie atau wefie sama teman kamu, kamu bisa langsung menikmati hidangan Singkong Goreng yang spesial banget karena setiap tiket yang kamu bayar untuk masuk ke Bukit Rhema / Gereja Ayam bisa kamu tukar dengan Singkong Goreng dengan sambal tradisional yang diberi nama Latela Gombong Cassava.

Singkong yang disajikan di Kedai Rakyat W’Dank Bukit Rhema diolah oleh penduduk sekitar daerah Bukit Rhema berdiri yaitu Dusun Gombong.

Selain Singkong Goreng yang bisa kamu dapatkan gratis dari penukaran tiket masuk tadi, kamu juga bisa membeli berbagai menu minuman hangat (wedang) maupun minuman dingin. Kalau ingin mengisi perut dengan makanan yang agak berat, Kamu bisa juga pesan aneka gorengan ataupun aneka menu angkringan.

Sajian menu angkringan ini juga dibuat oleh warga sekitar Bukit Rhema / Gereja Ayam. Jadi, buat Kamu yang mampir ke tempat kuliner ini belum lengkap kalau belum foto minuman menghadap pemandangan indah lembah menoreh apalagi sambil ditemani sang pujaan hati hehehe.



So, tunggu apalagi !!
Let's pack your stuff and go travelling ke Gereja Ayam, Bukit Rhema, dan for your information ya guys tiket masuk tempat wisata ini juga sangat murah hanya dua puluh ribu rupiah saja dan sudah include ketela goreng GRATISSS di cafe nya. 





















  • Share:

You Might Also Like

11 comments

  1. Entah kenapa gak tertarik dengan gerakan ayam ini, meski sudah hits dari dulu.

    Tapi ternyata di dalam ruangannya sudah ada gambaran bagi saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tak kenal maka tak sayang om, coba kesana dulu pasti nanti tertarik hahahahah.. terlebih pemandangannya yang AMAZING !!!, iya interior dalam bangunan juga sekarang udah kece :)

      Delete
  2. Ternyata bukan gereja yah, tapi bisa buat doa agama lain. Keren juga yah pemandangan dari atas kepala merpati yah itu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya buka Mas, Saya juga mikirnya dulu ini tuh Gereja. Keren banget Perbukitan Hijau Menoreh heheheh, berasa jadi Rangga Mas kalau udah foto dari atas sana hahahaha..

      Delete
  3. wih menarik ini. aku baru tau dalemannya sampe ada ruang bawah tanahnya.
    masih aktif digunakan buat ibadah ya, mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya menarik banget seruuu Mbak. Saya kurang tau juga sih banyak yg pakai aktif atau enggak, Pas Saya kesana sih tulisannya terbuka buat umum, tapi setiap ruangan doa semua agama ya bersih2 kok, kayaknya sih Masih aktif dipake sampe sekarang.

      Delete
  4. Yeiiiiii .. mantaap ...
    Akhirnya mas Didy udah kesampaian ke Dove Church ...

    Apik banget desain bangunannya ya.
    Pemandangan dari atas mahkota burung merpati ... wow banget !👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyess finally kesampean juga akhirnya hehehhehe. Iya Keren banget suka banget Pas daiatas mahkota nya kereeeen !!

      Delete
    2. Makanya sayaang banget kalo lagi pada liburan ke sekitaran candi Borobudur, ngga mampir liburan sekalian ke Dove Curch ini ya ...

      Aku aja udah 4 kali kesana saking senengnya lihat pemandangan perbukitan dari area cafe dan puncaknya ... hahahaha 😅
      #doyan

      Delete
    3. Iya bakalan sayang banget kalau lagi Di Borobudur tapi gak kesini hahhahah. Gilaaak udah 4x hahhahah. Iya makan tela goreng sambil nge-wedang disana menikmati Bukit Menoreh CIAMIIK banget Mas hehehhehe 😁😁😁

      Delete
    4. Banget 👍😁 !
      Pemandangan bukit Menoreh dan jejeran bukit-bukit kecil di depan cafenya ..., so amazing.
      Kayak lukisan !

      Delete