5 Buku Rekomendasi Untuk Menemani Perjalananmu

By Didy - 6/10/2018




Yeaaayyy !!
Sebentar lagi libur lebaran tiba, sudah punya rencana mau pergi kemana ?
Ok, let's say udah punya rencana ya hehehe, belum juga gpp sih wkwkwk..

Anyway, apa yang biasanya Kamu lakukan selama diperjalanan saat travelling ?,  Maenan hape, ngobrol sama temen atau tidur sepanjang perjalanan ?, kalau Saya sih biasanya milih baca buku (sok rajin) selain tidur sepanjang perjalanan hehehe.

Untuk mengurangi kejenuhan selama di perjalanan terlebih ketika harus flight yang super panjang, transit di beberapa airport atau perlu naik kereta atau bus yang menghabiskan hampir setengah hari diperjalanan, membaca akan menjadi hal yang menyenangkan Saya rasa. Untuk mengusir kejenuhan dan kepenatan saat ber-travelling solo biasanya Saya dengerin musik dengan earphones sambil membaca buku, ini sih ampuh banget buat ngusir kejenuhan selama di perjalanan.

Rasanya menenggelamkan diri dalam buku yang sedang Saya baca selama perjalanan membuat Saya bisa berandai-andai menjadi salah satu tokoh yang ada buku tersebut dan mengikuti alurnya secara real (anaknya imajinatif banget kan Saya hehehe).

Salah satu kebiasaan Saya dari dulu sampai sekarang kalau mau travelling adalah mempersiapkan buku untuk di perjalanan, alasannya ya seperti yang sudah Saya sebutkan diatas. Buku-buku tentang travelling dan petualangan biasanya mendominasi bacaan Saya ketika travelling, entah itu buku-buku lawas atau baru yang Saya beli di toko buku, hunting di toko-toko buku bekas, dikasih teman atau bahkan pinjam dari perpustakaan hehehe.

Oke,  mungkin sekarang Kamu juga mau mencoba untuk mulai baca buku saat travelling dan ingin merasakan sensasinya hahaha. Tapi, masih bingung dengan judul buku yang mau dibaca, eits jangan bingung dong Karena Saya punya 5  judul buku rekomendasi yang pas dibaca saat travelling yang selama ini sudah setia menemani perjalanan Saya; Cekidot~


1. The Odyssey of Homer

Buku ini sebenarnya kelanjutan dari Illiad of Homer yang menceritakan perjalanan pulang para Odysseus atau pengembara menuju negeri Mereka di Ithica. Namun, dalam perjalanan pulang Mereka tidaklah berjalan mulus dikarenakan kemarahan para dewa yunani yang murka terhadap Mereka karena seringnya para Odysseus merusak kuil-kuil ketika perang Troy.

Hanya tokoh Agamemnon dan Nestor yang dikisahkan berhasil pulang tanpa rintangan yang berarti. Sementara tokoh Menelaus malah tersesat sampai ke Mesir, perjalanan pulang para Odysseus ini memakan waktu hingga 10 tahun diiringi dengan halangan dan rintangan yang hampir merenggut nyawa Mereka. Udah ya spoiler nya kasian yang belum baca hehehe.

Overall buku ini sangat recommended buat dibaca pas travelling terlebih buat Kamu yang demen kisah-kisah mitologi yunani, dijamin Kamu bakalan tenggalam masuk ke petualangan Mereka yang apik hingga tersadar tau-tau sudah di halaman akhir buku, buku ini sukses menemani perjalanan Saya ke Pantai Sawarna.


2. Wild, Cheryl Strayed

Wild, menceritakan perjalanan hidup Cheryl Strayed, dimana pada usianya yang terbilang masih muda saat itu 22 tahun Dia harus rela kehilangan ibunya dikarenakan kanker, selain itu fase tersulit dalam hidupnya pun turut membangun buku ini dimana Dia adalah seorang pecandu heroin dan sex.

Namun, pada suatu hari Cheryl memutuskan sebuah keputusan yang sangat impulsive yaitu mendaki The Pacific Crest Trail. Mendaki 1100 mill tanpa persiapan matang, hal ini dilakukannya semata-mata karena ingin kabur dari semua sisi kelam kehidupannya tersebut. Dalam perjalanan pendakiannya Cheryl mendapatkan banyak rintangan yang menjadi pelajaran hidup berarti bagi dirinya.

Membaca buku ini pas perjalanan menuju Dieng  rasa-rasannya Saya sangat kewalahan, karena emosi yang dihadirkan dalam buku ini yang sukses membuat Saya merasa pilu merasakan kisahnya. Selain itu di buku ini juga banyak sekali kata-kata mutiara yang super, misalnya; "the trees were tall, but I was taller, standing above them on steep mountain slope in northern California,- untill the very last". Suka banget mengalir di alur kisahnya Cheryl ini, dan sukses melecut Saya untuk ber-solo travelling tanpa ada takut akan halangan yang akan Saya hadapi.


3. The Travels of Ibn Battuta

" I have travelled through the centuries of the world and I have met their kings." - Ibn Battuta 

Dari quote tersebut dapat disimpulkan bahwa Ibn Battuta telah melakukan perjalanan yang sangat panjang, Ibn Battuta telah melakukan perjalanan lebih-kurang seperempat abad pada tahun 1300an, dari Afrika hingga Asia.

Cerita dimulai ketika dirinya yang seorang berkebangsaan Maroko melakukan ibadah haji ke Mekah, Arab Saudi yang mana merupakan suatu kewajiban bagi seorang Muslim. Pada bagian ini kisahnya sangat menyentuh karena Ibn Battuta melakukannya via gurun pasir dengan segala lika-liku yang dihadapinya. Hingga kemudian dirinya terus melakukan perjalanan ke berbagai penjuru dunia.

Sebenarnya Saya baca buku ini yang versi bahasa inggrisnya bukan versi bahasa asli yang ditulis beliau dalam bahasa arab ketika hendak melakukan survey Karimunjawa, namun sama sekali tidak mengurangi hikmah dan pelajaran yang bisa Saya dapat dari buku ini, banyak hal-hal yang mind-blowing muncul di buku ini, seperti misalnya Ibn Battuta menyebutkan betapa efektifnya kelapa sebagai zat aphrodisiac (googling sendiri artinya ya 18+++ wkwkkw). Di buku ini juga dibahas tentang mitos "Te Land of Darkness" yang mana hanya bisa dilewati/diakses selama 40 hari perjalanan menggunakan wagon drawns yang ditarik oleh anjing besar.

Bagian ter-favorit Saya adalah ketika Ibn Battuta bertemut dengan Putri Urduja, dari percakapannya dengan Putri Urduja yang bertanya mengenai 'the pepper country' (India), beliau menjawab dengan gambaran yang super keren. " I must invade it and take possession of it. Its wealth and its soldiers please me" (serasa nonton Game of Thrones sumpah !!).

Saya rasa buku ini merupakan buku wajib dibawa saat travelling bahkan menjadi pedoman wajib bagi traveller hehehe, ceritanya sangat gurih, menghibur dan cerdas bahkan sebelum ada pengaruh novel seperti sekarang ini. Anyway, membaca buku ini Saya berasa sedang melakukan perjalanan dengan Ibn Battuta langsung, sangat klasik dan rasanya Saya ingin sekali mengunjungi tempat-tempat yang pernah beliau kunjungi dalam buku ini, Aamiin.


4. The Naked Traveller, Trinity

Nggak pernah bosan rasanya Saya membaca series bukunya Mbak Trinity ini selain Saya juga aktif mengunjungi blognya naked-traveller.com, sejak bukunya yang pertama terbit (Saya baca pas SMA kayaknya) Saya langsung jatuh cinta dengan cerita-ceritanya yang begitu santai, apa-adanya, blak-blakan bahkan kadang bikin ketawa ngakak, LOL~

Membaca buku catatan perjalanan seorang traveller memang menjadi salah satu kesenangan tersendiri buat Saya, selain memberikan keasyikan serasa menjelajahi tempat-tempat yang diceritakan juga dapat memberikan sudut pandang baru tentang arti sebuah perjalanan buat Saya.

Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, Mbak Trinity sudah melakukan backpackeran ke hampir seluruh provinsi di Indonesia dan 73 negara di dunia, how gorgeous you're !!. Membaca buku ini Kita bakalan diajak jalan-jalan ke tempat-tempat yang cantik dan eksotis terlebih didukung dengan ilustrasi dan foto-foto cantik, dijamin makin betah bacanya. Menjelajahi Asia, mengeksplorasi keindahan Afrika, mengulik kisah-kisah nakal dari berbagai penjuru dunia, pokoknya selalu ada pengalaman menarik dari setiap perjalanannya Mbak Trinity ini.

Yang paling Saya suka dari cerita-ceritanya Mbak Trinity ini ketika Dia bertemu dengan orang-orang unik entah itu sesama traveller atau orang-orang yang ditemui random saja ketika diperjalanan. Membaca buku ini Kita akan dibuat iri, dibikin syok, heran, manggut-manggut sendiri bahkan bengong dengan pengalaman travellingnya yang ajaib. Overall, buku ini suangat menghibur dan dibikin makin mupeng untuk travelling sendirian, Go grab your backpack and explore the world !!.


5. Aroma Karsa, Dewi Lestari

Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia. 

Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan hanya bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi. Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, Ia dijuluki Si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum.

Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Jati masuk ke dalam kehidupan pribadinya. Bertemulah Jati dengan Tanaya Suma, anak tunggal Raras, yang memiliki kemampuan serupa dengannya.

Semakin kuat Jati terlibat dalam keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, semakin banyak miseri yang Ia temukan, tentang dirinya dan masa lalu yang tak pernah Ia tahu (Udahan ya spoiler nya).

Membaca Aroma Karsa seperti membaca karya ilmiah atau paper, tetapi dalam bidang fiksi. Saya tidak pernah mendalami ilmu kepenulisan, tapi rasanya novel ini begitu rapi dalam hal penokohan, alur, konflik hingga plot twist yang meskipun tidak tertebak namun serasa dipersiapkan pelan-pelan dari awal. Sebelum Dee (sapaan akrab ibu suri Dewi Lestari) menerbitkan novel ini dalam versi cetak beliau sudah mempublikasikannya terlebih dulu dalam versi digital cerbung (cerita bersambung), namun Karena Saya kurang suka membaca e-book Saya harus sabar-sabar menunggu versi cetak/bukunya.

Novel ini begitu apik, bahkan Dee sampe melakukan riset yang sangat detail tentang Bantar Gerbang, meracik parfum hingga Gunung Lawu. Jadi, wajar saja kalau novel ini serasa kisah sungguhan bukan karya fiksi. Banyak pengetahuan baru yang Saya dapat dari novel ini; misalnya saja dengan dunia peracikan parfum, Saya pikir yang namanya parfum itu hanya sesuatu yang disemprotkan ke badan dan wangi, namun ternyata bagi peracik parfum tidak sesederhana itu, wangi itu disusun dari bermacam-macam bebauan. Bahkan dalam novel ini digambarkan dengan not atas, not tengah dan bawah sebagai pengikat dari akor-akor formula DNA suatu parfum. 

Bagian ter-favorit Saya adalah dibagian akhir novel ini yang menegangkan tentang ekspedisi Aroma Karsa di Gunung Lawu, alurnya begitu nyata berasa Saya ikut ekspedisi naik Gunung Lawu ini (ah jadi kangen naik Gunung), petualangan para peserta ekspedisi Aroma Karsa ini membuat jantung dag-dig-dug kayak nonton film laga, sumpaah !!.

Kesimpulannya novel ini akan sangat pas dibaca saat diperjalanan, dijamin akan menghiburmu dan gak akan membuat bosan perjalananmu, bahkan sampe lupa buat berhenti baca, tau-tau sudah di halaman terakhir aja hehe.

Nah, itulah 5 rekomendasi judul buku yang wajib dibawa saat travelling dijamin akan menambah ke-syahduan travelling Kamu 😊😊😊.

  • Share:

You Might Also Like

6 comments

  1. bukunya mbak T juara aku sampe rela PO klo baru terbit wkwkwk
    tapi, ceritanya Ibnu battutah juga sli keren
    apalagi pas ke kerajaan2 apa gitu
    padahal dulu gak ada blog tapi semangat nulisnya luarrr biasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas Ikrom Mbak Tri emang juara !!, BTW PO bukunya yang terbaru 69 Cara travelling gratis kah ?, Bukunya Ibn Battuta juga asiik banget dibaca mas :). Semangat !!

      Delete
  2. Rada berbeda dengan mas Didy kalo saat dalam perjalanan travelling.
    Kalo mas sukanya sambil membaca di perjalanan, kalo aku sukanya pecicilan, eh jelalatan lihat-lihat pemandangan apapun yang kulewati 😁 ..., untuuung ngga kesandung gegara jelalatan yaa .. wkkkwwwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi jangan jelalatan macem2 ya Mas wkwkwkkw. Saya baca pas Di peawat, kereta, bus atau transit yg nungguin lama aja sih. Sisanya mah juga males baca wkwkwk

      Delete
    2. Wwwkkkwwk 😂
      Apapun kujelalatin yang ketangkep mata,mas..

      Tapi keren .. mas Didy terbilang rajin membaca ditempat umum 👍

      Delete
    3. Wkwkkwkw kejelalatan yang tertangkap Mata 😂😂😂. Tau darimana Saya rajin baca ?, Orang belum pernah lihat juga hahahah...

      Delete