Tidak Semua Turis 'BULE' itu Kaya

By Didy - 5/12/2018



Dulu (dulu banget) waktu pikiran Saya masih kerdil, Saya juga termasuk orang yang berpikir kalau bule itu pasti kaya dan banyak duitnya. Bagaimana enggak coba, Mereka bisa jalan-jalan ke Bali, Lombok, Labuan Bajo, Raja Ampat dan tempat-tempat indah lain di Indonesia atau negara-negara Asia lain, bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan ada yang bertahun-tahun. Tentu kalau jalan-jalan keliling dunia begitu mana bisa kalau gak banyak duitnya, iya kan ?

Parahanya lagi, tidak hanya stereotype bule banyak duit yang bercokol di mindset Saya. Tetapi, semua hal lebih jikalau dibandingkan dengan orang Indonesia, pokoknya Mereka selalu keren lah dimata Saya (dulu banget). Kayaknya Saya terpengaruh dengan kebanyakan kacamata awam orang Indonesia yang mengelu-elukan bule dan barat segala bagus, segala keren padahal in the fact, enggak kayak gitu, Seriusan.

Namun belakangan setelah Saya banyak bergaul sama Mereka, Saya jadi tau lebih banyak tentang kehidupan Mereka, sifat dan keadaan Mereka sebenarnya juga sama saja dengan Kita. Nah, ada sedikit yang pengen Saya highlight tentang Mereka diantaranya;
  1. Bule liburan bukan berarti kaya-raya, banyak juga kok dari Mereka yang hidup miskin (maaf) dan pas-pas an. Namun karena pada umumnya Mereka semua bekerja, jadi tentu saja Mereka perlu liburan biar gak setress. Ditambah lagi Mereka punya musim liburan yang cukup panjang entah itu libur musim panas atau dingin, itulah sebabnya kenapa Mereka kelayapan liburan ke luar negeri. Padahal, bukan gak mungkin duit Mereka segitu-gitu nya
  2. Lebih tahu segalanya, mungkin cuma Saya saja yang berpikir begitu. Dulu (dulu banget) Saya merasa minder buat membuka obrolan sama Mereka, takut Saya baru ngomong sepatah kata tapi Mereka udah nyerocos gak ketulungan, takut gak nyambung dan banyak roaming lah kalau-kalau obrolannya bukan topik yang Saya kuasai hehhe. Tapi belakangan Saya enjoy ngobrol sama Mereka, karena bisa membuka wawasan Saya. Saya tahu kenapa Mereka terlihat berwawasan luas, itu semua karena Mereka sangat open dan berani blak-blakan kalau ngomong dan Mereka juga rajin cari-cari informasi entah itu dari buku, internet atau media lain
  3. Bule itu selalu rupawan dan mempesona, iyess dulu Saya kemakan sama stigma ini, namun sekarang ya masih hahah. Kayaknya kebanyakan orang Indonesia terpengaruh sama imaji nya sendiri tentang standar rupawan versi Indonesia. Bertubuh seksi bak gitar Soanyol, punya hidung super mancung, berdada bidang, punya perut six-pack, brewokan dan lain-lain adalah standar nya orang Indonesia, mungkin ini semua karena efek film-film Hollywood yang Kita tonton, padahal tidak sedikit dari Mereka yang rejek-an alias sisa karena tidak mendapatkan pasangan di negaranya
  4. Bule itu banyak duit, ya tergantung. Mereka berpenghasilan dollar ngebuangnya juga dollar hehehe, lagian kan pasti Kita tahu kalau penghasilannya segini pengeluarnya juga segitu. Cuma bedanya Mereka nge-set hidup Mereka lebih ribet, harus disiplin untuk mengahasilkan duit yang cukup. Padahal, dikehidupan nyata tidak sedikit dari Mereka yang terlilit hutang kartu kredit atau student loan.

Ceritanya karena seringnya teman-teman bule Saya maen kerumah pas musim liburan, Saya jadi semakin gak enak sama Mereka terlebih sama Mereka yang budget traveller. Ini sih Saya pengen curhat aja ya, kenapa ya orang Indonesia always judge book by its cover, jadi, selalu menilai kemampuan financial seseorang berdasarkan tampilan fisik semata (gak cuma memandang bule tapi berlaku sama untuk orang Indonesia yang punya "look" Tajir).

Beberapa bulan lalu Saya sempat menemani temannya teman Saya dari AIESEC, ada 4 orang diantaranya 2 orang Italia, 1 orang Turkey dan 1 orang Filipina. Saya berkewajiban menemani Mereka untuk mengunjungi Kampung Adat Masyarakat Suku Baduy di Lebak, Banten.

Alasan teman Saya menunjuk Saya sebagai tour-guide sih karena cara ngobrol Saya gak kaku , easy going cas-cis-cus ngomong inggris belum lagi katanya tidak ada orang yang tahu lebih banyak tentang Baduy selain Saya yang asli putra daerah Banten (melambung Gue cooy dengan pujian elu hahaha). Anyway, Saya sih seneng-seneng aja kalo urusan jalan-jalan terlebih gratis bahkan dibayar hehehe.

Ok, singkat cerita Kita semua udah sampai di Baduy, Pas Kita semua udah sampe di Terminal Ciboleger, tiba-tiba aja porter-porter nyamperin Saya dan meminta buat di rekomendasikan jadi porter Kita. Idih, gak tau apa ya kalo Mereka pada kuat-kuat hahaha. Ada juga Mas-Mas yang nyamperin minta bayar tiket masuk Kampung Adat Baduy, padahal sih Saya biasanya gratis karena ada kenalan orang sana hehe. Do you know the difference between local and foreigners ticket price guys ?. Saya cuma disuruh bayar 16 ribu sementara Mereka diminta 50 ribu per orang, jadi bedanya sampe 34 ribu. Tapi yaudah lah ya ini sih wajar, soalnya Saya tahu setiap tempat wisata emang ada harga turis lokal dan turis asing/mancanegara.

A post shared by Didy Rosyidi (@didyrosyidi) on

Diterminal Ciboleger banyak sekali warung-warung yang berjualan aneka makanan dan minuman. Karena Kita semua pada kehausan dan naasnya lagi Kita semua gak ada yang bawa minum, yaudah Kita beli aja sebotol Aqua (gak diendorse ya) dan langsung tenggak sebelum membayarnya.

Saya : Berapa Kang ?, tanya Saya.
Kang Dagang : 4 rebu Kang

Yaudah tanpa pikir panjang Saya kasih aja 20 ribu dan langsung pergi, pas udah ngeloyor pergi tetiba pedagang bilang, kurang Kang . Lah, kan harganya 4 ribu dikali 5 berarti 20 ribu dong, duit Saya tadi 20 ribu kan ?, kurangnya dimana ?. Kang Dagang jawab: kalo buat si akang nya sih iya 4 rebu tapi buat Mereka berempat harganya 10 ribuan. Asli pengen ngakak sambil guling-guling tapi ya bingung nanti bilang ke Merekanya. Yaudah akhirnya Saya bilang saja ke Mereka walaupun pahit rasanya hahaha.


Kemudian salah satu dari Mereka Bertanya; "why the seller offered you a cheaper price than us ?, It occurred as well for the entrance ticket. You've got a cheaper one, why ?" and I simply just answered, "cause I'm a local, and you're a foreigner, people in tourists sites always recognize that foreign tourists as 'rich' and wealthy !".

Dengan muka kesal si Mas Filipino ngomong ke Saya, "You know, not all foreign tourists are rich, I'm for an example, I'm a poor man who comes from Philippine, the country that has high corruption rate, I've to save up a long time to be able to get enough money to travel", (but to be honest, I'm not sure he's that 'poor' hehehe). Terus Saya jawab aja, "Yes, I know, but the beverage sellers and ticket entrance officer perhaps don't want to know it, hehehe".


Cukup sekian ceritanya semoga bermanfaat hehe..

Semoga kedepannya Saya bisa lebih belajar dan antisipasi sama pedagang-pedagang Indonesia untuk dapat memberikan penawaran harga yang lebih murah buat teman-teman bule Saya heheh.

Happy weekend 😉😉😉


  • Share:

You Might Also Like

7 comments

  1. Iya ya kenapa mindset orang kita selalu nganggap para bule itu hidupnya selalu pasti mapan ...
    Apa karena standar nilai uang mereka lebih tinggi dari negara kita, ya 🤔 ?

    Asik deh,mas .. punya pengalaman jadi tourguide para bule ... bisa punya banyak temen mancanegara.

    ReplyDelete
  2. Nah itu yg perlu dirubah, kadang suka kasian kalo Mereka disuruh bayar 2x lipat. Alhamdulillah rezeki mah gak kemana Mas :)

    ReplyDelete
  3. Saya juga berpikiran kerdil yang sama dulu. Namun sejak saya sering baca banyak hal, bahwa benar mereka juga sama seperti kita. Hanya sj saya belum berani komunikasi langsung, maklum bahasa Inggris nya #ancor hahahaha

    Kang, itu bagaimana cara buat posting potongan post IG qt di postingan blog gimana ya??? Hehehe, numpang tanya #salahkamar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahasa inggris mah emang harus dilatih Mas biar berani ngomong hehhe.

      Oh foto IG masukin di post ya, gampang kok :)
      Caranya :
      1. Buka IG tapi via browser ya (jangan app)
      2. Terus search dan klik foto yang mau dipilih (bisa IG orang atau IG sendiri)
      3. Kalau udah buka poto yang mau disematkan, klik titik 3 horizontal (option) dipojok kanan foto
      4. Pilih embed/sematkan, nanti muncul kode HTML terus copy kode nya (bisa pake caption atau enggak tinggal centang aja)
      5. Paste kode HTML yang udah dicopy tadi ke postingan blog, infan copy nya di HTML ya jangan di compose tulisan hehehe.
      Selamat Mencoba :)
      SEMANGAT !!, Makasih udah mampir dan baca postingan Saya ya 😳

      Delete
    2. Terima kasih sudah berbagi :p, akan sy coba ah, makasih ya

      Delete
  4. *infan= kemudian .
    Kalau mau edit-edit jarak atas-bawah fotonya baru balik lagi ke compose blog biar keliatan jaraknya. Biasanya di draft compose blog foto IG nya belum keliatan. Baru keliatan kalau sudah di publish artikelnya Mas :)

    ReplyDelete
  5. Iyess Mas coba aja, biar blog nya Makin KECE selain bisa promisi IG juga heheh :)

    ReplyDelete