Pria Perawatan, Apa Gak LEBAY yah ?

By Didy - 5/10/2018



Sering banget kayaknya Saya tengsin plus mikir-mikir setiap belanja keperluan bulanan (baca; skincare & body care) pas mau bayar ke mbak-mbak kasirnya dengan membawa setumpuk kosmetik dikeranjang belanjaan, terlebih semua kosmetik yang Saya beli didominasi produk-produk yang dikhususkan untuk kaum hawa. Rasanya ada perasaan yang mengganjal segede gunung karang dan berasa malu aja gitu pas si mbak kasirnya scan barang-barang belanjaan yang hendak Saya beli satu-persatu sembari ngeliatin. "Duh, pasti nih mbak-mbak ngira Gue menclak-menclek kemayu" (pikir Saya dalam hati).

Tapi terlepas dari itu semua, Saya sih tetap membeli semuanya dan berlalu begitu saja dari si mbak-mbak kasir tersebut, bodo amat lah do'i mau mikir apaan, peduli amat hahaha. Toh, Kita juga gak kenal dan gak sering  ketemu ini hahaha. Ini kan buat perwatan kegantengan maksimal, jadi ya sah-sah saja kan. Pria atau wanita sebenarnya butuh dirawat supaya memiliki nilai jual yang tinggi, terlebih buat yang masih jomblo, iya kan ?

Saya sendiri sih sebenarnya termasuk dalam cowok-cowok yang suka coba-coba dalam hal apapun, termasuk urusan skincare dan bodycare. Rasanya tuh kayak seru aja gitu pakai ini-itu, belum lagi ada efek terawat yang dijanjikan produk-produk skincare tersebut (korban iklan banget ya). Lagian, emang gak pengen apa punya kulit mulus-putih-bersih-flawless-no pores kayak Raisa, eh Hamish Daud maksudnya. Pengen kan ?, Ya setidaknya tampil gak kucel-kucel amat lah pas mau ketemu gebetan, Eh~

Berbeda dengan wanita yang suka berlama-lama berdandan dan merawat diri, kaum pria memang cenderung lebih cuek dan cenderung asal pake produk-produk apa saja asal berbusa dan wangi hahaha. Meskipun jaman sekarang, semua produk-produk kosmetik yang dipake wanita sudah dibuatkan versi pria nya dengan ditambah embel-embel ke-maskulin-an dan ke-macho-an.

Tapi  jujur ya, Saya tetep beli produk-produk yang versi wanita nya, karena gak tau kenapa kulit Saya selalu gak cocok dengan yang versi pria nya. Untuk kosmetik yang simpel saja seperti facewash misalnya, muka Saya lebih cocok pake yang versi wanita nya ketimbang yang versi pria nya karena lebih lembut dan gak bikin muka kaku setelahnya.

Stereotype pria perawatan yang terkesan tidak MACHO

So far sih, Saya masih setuju-setuju saja kalau pria  perawatan wajah dan tubuh, selama itu Masih dalam batas wajar dan gak berlebihan yah. Kayak misalnya, creambath sekali-kali atau mengikuti tren potongan rambut terbaru. Tapi, kalau sampe sulam alis, tanam benang, pakai foundation, menurut Saya agak berlebihan hehehe.

Saya punya temen orang Korea, do'i itu mukanya super kinclong bak anggota SNSD, eh Super Junior deng maksudnya hahaha. Saya pernah iseng nanya ke do'i tentang versi "GANTENG" orang Korea itu kayak gimana sih, jawabannya do'i begini; ganteng atau cantiknya orang Korea itu memiliki kulit putih-bersih-kinclong bagaikan perselin ditambah hidung mancung dan mata yang berkelopak besar (tidak sipit), tandasnya. Wah, pantesan di Korea banyak  klinik-klinik kecantikan dan klinik-klinik oplas. Saking penasarannya, Saya sempat menginap di kosannya do'i, dan bener aja dikosannya produk-produk skincare dan bodycare berjejer di meja kamarnya kayak di etalase jualan toko.

Sebelum tidur dan pas bangun pagi do'i juga melakukan "10 Step Korean Skincare Routine" mirip kayak cewek-cewek beauty vlogger Di YouTube, yang produk-produknya berbeda antara yang night dan day skincare. Gilak !!, Pantesan aja orang-orang Korea mukanya pada kinclong-kinclong begitu ya baik pria maupun wanita. Untuk perawatannya alamak !!, perlu merogoh kocek dalam-dalam wkwkwk, bayangkan saja, dalam sebulan do'i bisa pakai 4-5 kali pakai sheet mask, yang harganya tidak murah. Ok, Coba Kita hitung semurah-murahnya harga sheet mask adalah Rp. 12,000 × 4 sheet/bulan, bisa mencapai 48 rebu cuma buat maskeran doang dalam sebulan, belum lagi pakai serum, toner, moisturizer dan lain-lain hahhahah (urusan amat ya).

Saya pribadi sih pakai produk-produk skincare atau bodycare yang standard saja, seperti sabun cuci muka, deodorant, parfum, sama pomade atau gel rambut saja sih. Gak sampe seheboh temen Korea itu heheh, soalnya udah terlanjur GEER dengan pujian cewek-cewek bule kalau warna kulit Saya eksotis gosong. Tapi belakangan ini Saya lagi demen banget sama produknya Garnier Micellar Cleansing Water, emang sih sebenarnya produk ini seharusnya difungsikan sebagai make-up remover, ya semacam penghapus make-up tanpa bilas gitu lah.

Saya pakai yang pure active

Dari yang Saya baca dari kemasannya, produk ini mampu membersihkan dan menghapus make-up dalam sekali usap saja. Kandungan Micellas-nya dapat mengikat dan mengangkat kotoran atau sisa make-up diwajah seperti magnet, tidak perlu diusap dengan keras. Hasilnya, kulit menjadi bersih menyeluruh, terasa segar dan nyaman. Jadi, Saya merasa cocok aja pakai produk ini, terlebih setelah seharian bekerja dan beraktivitas diluar ruangan. Bisa bikin bersih muka tanpa perlu repot-repot beneran cuci muka pakai air. Karena Saya orangnya males cuci muka apalagi kalau pulang larut malam. Jadi praktis banget pakai ini, bisa langsung bersih dan langsung tidur (walaupun gak mandi dan gak  keramas lagi) tanpa khawatir muka kotor dan timbul jerawat besokannya.

Before pemakaian
After pemakaian (penuh daki ya hahha)

Udah gitu packaging produk ini juga gak gede-gede amat jadi aman lah buat dibawa travelling, harganya pun juga sangat bersahabat dikantong Saya hahaha, hanya 30 ribu saja, tapi pas waktu itu Saya beli di Hypemart hanya Rp. 24,750 pas lagi diskon. Untuk keamanannya sih tenang saja, sudah diuji secara dermatologi dan ophtamologi. Sekarang sudah ada 3 varian produk ini; Garnier Micellar Pink untuk kulit sensitif, Biru Pure Active dan Gold Infused Water.

A post shared by GarnierID (@garnierindonesia) on

Ingridients: Aqua/water, hexylene, glycol, glycerin, alcohol denat, disodium cocoamphodiacetate, disodium EDTA, poloxamer 184, polyaminopropyl biguanide, B166370/1

Last but not least, Saya juga gak setuju kalau merawat wajah dan tubuh hanya dikhususkan buat wanita saja, karena menurut Saya perawatan adalah hak segala gender. Bukan berarti merawat wajah dan tubuh selalu identik dengan kemayu, meskipun yang kemayu biasanya lebih telaten merawat wajah dan tubuh. Gimanapun, feeling good about ourselves will bring the best out of us, kan ?

Kalau kalian gimana Guys ?, Doyan perawatan atau anti perawatan ?


  • Share:

You Might Also Like

4 comments

  1. Haha, cuek aja x bang. Ya biar kinclong perlu perawatan hehe, biar awet muda.
    Kalau sy males ribet hahaha

    Asl jgn kebablasan perawatan ny, nti jd lucintaluna hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhahah, ini bukan Gue kok yang curhat Mas. Gue mah mendingan duitnya buat jalan2 wkwkwk.Sebut saja LL jangan sebut merek ah 😂😂😂

      Delete