Curhat di Hari Pendidikan Nasional

By Didy - 5/03/2018




Tanggal 2 Mei kemarin diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional ya walaupun nggak libur Nasional heheh, setelah sebelumnya sudah diperingati Hari Buruh Internasional ditanggal 1 Mei. Cukup banyak ucapan selamat Hari Pendidikan Nasional di lini masa media sosial Saya. Namun sejujurnya Saya lagi kangen-kangennya masa-masa menjadi volunteer mengajar di pelosok-pelosok Indonesia.

Jujur saja Saya begitu passionate dengan dunia Pendidikan, karena menurut Saya pendidikan adalah salah satu wahana pembentuk karakter bangsa. Sudah akrab ditelinga Kita kalau sekolah adalah lokasi yang penting, dimana para calon penerus bangsa dibentuk, dididik dan dipersiapkan untuk menghadapi tantangan hidup terlebih dengan semakin derasnya arus persaingan dan tantangan global.

A post shared by Didy Rosyidi (@didyrosyidi) on

Pendidikan di Indonesia memang belumlah sempurna dan Masih memiliki beberapa kendala yang berkaitan dengan kualitas pendidikan di Indonesia, misalnya adanya keterbatasan akses pendidikan di daerah-daerah terpencil, jumlah guru yang belum merata, serta kualitas guru yang masih dirasa kurang selama ini. Hal-hal ini mau tak mau membuat Saya tersadar betapa belum meratanya kualitas pendidikan di Indonesia, terlebih pada sekolah yang berada di daerah terpencil yang mempunyai rentang cukup jauh jikalau Kita membandingkannya dengan sekolah-sekolah yang berada di Kota-Kota besar.

Saya sangat bersyukur karena Saya memeliki kedua orang tua yang amat sangat peduli dengan pendidikan, Alhamdulillah Saya bisa mengenyam pendidikan yang pada akhirnya sedikit-banyak membentuk pribadi Saya sekarang.

Pernahkah berpikir bagaimana teman-teman Kita yang ada di daerah pelosok-pelosok Indonesia harus berjuang untuk pergi kesekolah, berjalan kaki berkilo-kilometer dengan kaki telanjang menuju ke Sekolah, kekurangan buku-buku pelajaran yang berkualitas, kekurangan media praktikum, tidak ada komputer yang bisa dipakai untuk belajar perkembangan teknologi masa kini, serta berapa banyak guru-guru honorer yang sudah mengabdi puluhan tahun namun tak kunjung diangkat sebagai PNS.

I know tantangan-tantangan ini masih menjadi masalah klasik yang sedang dihadapi oleh pemerintah dan sampai saat ini pemerintah terus berjuang untuk memperbaikinya, sehingga kedepannya pendidikan di Indonesia sejajar dengan pendidikan di negara-negara maju.

Pertanyaannya, apa yang bisa Kita lakukan ?
Hal kecil apa sih yang bisa Kita perbuat untuk ikut menyelesaikan masalah pendidikan di Indonesia ?

Nah, melalui tulisan ini Saya ingin mengajak teman-teman untuk ikut mendukung campaign yang sedang dilakukan oleh teman-teman Saya di HuTaTa (Hujan Tanda Tanya) yang diinisiasi oleh Mbak Nazila Shihab untuk gerakan kirim Budi, dengan mengirimkan sebuah flash disk lucu bernama Budi yang berisi video-video belajar interaktif yang akan dikirim ke siswa-siswa di daerah pelosok-pelosok Indonesia.


Teman-teman bisa ikut mendukung campaign ini dengan cara berdonasi ke kitabisa.com/hutatakirimbudi dan ikuti langkah-langkah sesuai instruksi. Tenang saja nanti pihak kitabisa.com akan mengirimkan jumlah uang yang harus ditransfer (sesuai yang Kamu isi) via SMS dan email yang sudah didaftarkan beserta receipt sesudah teman-teman berhasil mentransfer.

Saya juga sudah :)

Atau kalau belum bisa menyumbang uang, teman-teman bisa bantu nge-share campaign ini ke WhatsApp dan Facebook. Setiap seratus ribu rupiah yang terkumpul sama dengan 1 flashdisk yang akan mengantarkan beragam video-video edukasi dan profesi dari berbagai kontributor kepada siswa-siswa di daerah terpencil. Semoga gerakan ini bisa berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mari Kita semangat membangun peradaban bersma-sama !!

Selamat Hari Pendidikan Nasional :)

  • Share:

You Might Also Like

0 comments