Your Life is not Going to Be Normal

By Didy - 4/25/2018


Sudah sering Saya mendapat tatapan aneh ketika hendak menonton sebuah film di Bioskop sendirian, entah dari mas-mas atau mbak-mbak penjaga counter tiket Bioskop atau dari pengunjung lain yang hendak membeli tiket yang juga sedang mengantre dibelakang Saya. Puncaknya kemarin ketika membeli tiket Avenger infinity War, si mbak-mbak penjaga tiket Bioskop yang sudah hapal dengan muka Saya langsung nyeletuk sekenanya.

Mbak tiket : Mau nonton apa mas ?
Saya : Infinity war besok kan ya ?, Bisa beli tiketnya sekarang ?
Mbak tiket : Bisa, nonton sendiri lagi kan ?, Kalo satu tiket di jam berapa pun ada.
Saya : (tertawa kecut) ah sayangnya Saya mau beli dua tiket Mbak. Sorry udah gak jomblo lagi hehehe.

Then, si mbak nya langsung buru-buru lanjut milihin kursi di jadwal tayang yang ingin Saya beli. Untung Saya beneran beli dua tiket. Hal kayak gini sering banget terjadi sih, tapi tidak membuat Saya  merasa risih atau sakit hati kalau ditanya-tanya, sendirian Mas ?

Saya pasti selalu jawab dengan lugas IYA. Some people might guess, menyedihkan banget ya nih orang. Nonton film sendirian, ke toko buku sendirian, jalan-jalan sendirian, ngopi di coffee shop juga sendirian. Ah masa bodoh, Saya sih tipe orang yang gak pernah capek-capek ngurusin omongan orang as long as Saya happy pasti bakalan dilanjut apapun itu.


Mulai aja dulu terus resiko mah pikirin belakangan deh, iya memang Saya seringnya sih kayak gitu dalam ngelakuin apapun, gak banyak pemikiran-pemikiran matang karena Saya gak pengen gak jadi-jadi melakukan suatu hal kalo terus mikirin kedepan atau kebelakang. Ya walaupun banyak sekarang dari teman-teman seangkatan yang usianya 20an nyaranin kalau Saya harus lebih dewasa, mikirin hubungan yang serius, mikirin kerjaan yang serius, mikirin masa depan yang bagus.

Hemh, Saya bahagia mereka begitu peduli dengan kehidupan Saya, Saya selalu senang dengerin nasehat-nasehat mereka walaupun at the end kadang Saya gak gubris apa yang mereka sarankan. Adakalanya, dimana Saya nyaman buat cerita dengan Mereka dan adakalanya juga semua Saya simpan sendiri karena Saya gak yakin dengan cerita ke Mereka bakalan ada solusi setelahnya atau membuat Saya lebih baik.

Life is like a roller coaster, titik balik umur 20an

Kalau boleh Saya rangkum fase kehidupan seseorang  Saya.. ya, dari mulai kuliah (kalau yang Sekolah) yang masa-masa katanya menyelesaikan kuliah itu kan memorable banget, enggak sedikit Saya dengar drama menyelesaikan skripsi atau tugas akhir, walaupun sulit tetapi akhirnya bisa lulus juga. Setelah lulus biasanya Kita ingin menjadi lebih mapan dan dewasa, dengan buru-buru mencari kerja dan berusaha settled. Biasanya diumur segini masuk ke fase penting dalam hidup seseorang, mulai kenal deh sama karir office life (kalo yang ngantor) dari drama-drama Si Boss sampai pergaulan dikantor. Ada yang sedari awal memang sudah yakin dengan pilihan karir yang diambil atau bahkan ada juga yang merasa kalau pekerjaannya "enggak gue banget" dan mulai mencari-cari passion yang diminati.

Belum lagi urusan HUBUNGAN, iya kan ?, tingkatannya kan udah bukan cinta-cintaan anak ABG lagi tapi sudah lebih kehubungan yang lebih serius. Ada yang sudah berhubungan lama akhirnya jadi menikah dan gak sedikit juga yang gak jadi. Diumur segini banyak yang galau kalau ketemu teman-teman seangkatan yang sudah berkeluarga, galau ditanya-tanya keluarga takut ditanya "kapan nikah" pas acara kumpul-kumpul keluarga pokoknya banyak deh isu-isu yang diperbincangkan soal hubungan diumur segini. Buat Saya menanggapinya, ya galau juga heheh tapi gak panik hehehe.

A post shared by Didy Rosyidi (@didyrosyidi) on

Just relax.. enjoy the ride and give yourself a chance to feel it, to think or even to stop.

Your life is not going to be normal, Dear..

Jika Kamu punya kesempatan untuk menghapus semua momen-momen yang tak mengenakan dalam hidup, would you delete it permanently ?. Mungkin secara sadar atau tidak sadar banyak diantara Kita yang pernah memikirkan hal-hal semacam ini;

Coba waktu itu Saya tidak melakukannya, pasti gak bakalan kejadian kayak gini


Seandainya saat itu Saya lebih memilih opsi itu daripada ini, pasti kejadiannya gak bakalan kayak sekarang

If I could turn back time, I'd prefer not to get into all those things that had made me feel sucks.

Alaminya manusia memang seperti itu, kadang tidak bahagia dengan pilihan yang telah diputuskan dimasa lampau dan akan dengan gampang menyalahkan keputusan-keputusan terdahulu atau orang-orang yang terkait dengan kejadian yang dikeluhkan. Masih inget atau pernah nonton film "Eternal sunshine of the spotless mind" ?. Saya sih masih inget dan suka banget filmnya, soalnya yang main Kate Winslet, jadi kan inget Kate Winslet yang lagi dilukis Leonardo DiCaprio di Titanic (hussss jangan ngeres). Di film ini, mempertanyakan jika seandainya kekecewaan, anger dan rasa sakit hati bisa dihapus secara permanen. Tonton deh filmnya bagus banget. 


Kalau Saya punya kesempatan buat menghapus semua hal-hal yang tidak mengenakan, pasti Saya bakalan jawab Iyess Gue bakalan menghapus semuanya hanya sisain yang happy-happy nya saja. Tapi, apakah akan lantas membuat hidup Saya normal ?


Seorang teman pernah berkata, rasanya gue ingin banget dicuci otak atau dihipnotis buat lupain semua masalah, coba kalau dulu gak ambil keputusan A pasti sekarang bakalan jadi lebih baik, ini diucapkan oleh seorang teman bukan yang gak punya teman dan gak punya karir bagus, tetapi teman Saya ini sangat ceria, menyenangkan, punya banyak teman dan punya karir cukup sukses, sampai-sampai Saya heran pas do'i ngomong gitu ke Saya. Kok bisa ya, tapi semenjak itu Saya sadar kalau Sang Pencipta selalu adil menciptakan semua makhluknya, setiap orang punya problemnya masing-masing dan diuji dengan ujian yang berbeda-beda.


Mau beratus-ratus kali ditanyakan kepada diri sendiri, mengapa semua ini terjadi ke Gue ?, Pasti gak bakalan ada jawaban yang bakalan memuaskan hati. Gak percaya ?, Coba aja heheh. 

Lalu adakah buat cara ngejalani kehidupan tanpa ada kekecewaan kecil-kekecewaan BESAR-masalah kecil-masalah BESAR-yang membuat Kita marah-gelisah-kecewa dan takut ?, Jawabannya TIDAK ADA, karena begitulah hidup yang sedang dan akan Kita jalani, just the way it is. Kadang Kita berhasil, kadang Kita gagal, kadang terjatuh, kadang menangis, kadang terhanyut, kadang keliru dan juga bahagia. That's life.


Cara paling ampuh untuk menjalani kehidupan dengan damai tanpa kekhawatiran mungkin adalah dengan selalu mengingat-ingat kejadian-kejadian bahagia sekecil apapun itu, sehingga Kita akan selalu bersyukur atas hidup yang sedang Kita jalani.


Life is not going to be normal, if your normal version is life without down side.







  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Hihi, suwek bgt tu mba bioskop ny wkwkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yah begitulah Mas, mungkin doi mau ngajak pedekate gue 😃😃😃😃

      Delete