Jangan Menunda-nunda ke Pulau Tunda

By Didy - 4/21/2018


How excited I'm, Iyess Saya selalu excited dengan jalan-jalan terlebih kalau ada teman jauh (baca; Bule) yang minta ditemani untuk eksplor tempat-tempat Kece di Indonesia, dengan semangat menggebu-gebu pasti bakalan bilang : yess, I'm in . Where do you wanna go ?, kemanapun dijabanin apalagi kalau mereka ingin mengeksplor tempat-tempat wisata yang ada di Banten karena ini menjadi suatu pembuktian internasional kalau Banten (tempat tinggal Saya) punya banyak tempat-tempat yang sayang untuk tidak dieksplor.

Sebenarnya eksplor Pulau Tunda ini adalah pengalaman Saya dua tahun lalu, waktu itu ada teman Bule yang sedang berkunjung ke tempat Saya dan memutuskan untuk eksplor beberapa tempat wisata di Banten, Serang khususnya.

Awalnya, sih bingung mau tak ajakin kemana lagi setelah sempat mengunjungi jejeran Pantai Anyer, Pantai Sawarna bahkan sempat nginep di Baduy juga. Terus Saya kayaknya mulai kehabisan ide mau kemana lagi padahal tempat wisata di Banten banyak banget, ya mungkin bener juga kalau Kita dikasih banyak pilihan malah semakin bingung milihnya. But finally, Saya memutuskan Pulau Tunda lah destinasinya.

Saya :  How if We go to Tunda Island ? (Celetuk Saya mengusulkan ke Mereka)
Mereka : [Cengok sesaat] What it is ?
Saya : (helllaaw, please deh pan udah Saya bilang "island") like I said, We're gonna go to the Island, "Private Island" Saya kasih embel-embel "Private" biar kesannya uwooow #DemiBantenMendunia promosi harus kenceng heheh
Mereka : Okay, We're in
Saya : Cuss !!

A post shared by Didy Rosyidi (@didyrosyidi) on

Iya itu sih singkat ceritanya agak random emang hehehe, itu berkat googling dan usulannya untuk mengunjungi Pulau Tunda, terima kasih Google. Singkat cerita Kita berdiskusi tentang semua keperluan yang mesti dibawa, tidur dimana nanti dan naek apa kesana. Karena Saya udah tau tabiat Mereka yang super hemat kalau jalan-jalan ya 11:12 lah sama Saya, Saya coba planning budget seketat mungkin untuk eksplor Pulau Tunda ini dan sudah pasti Mereka setuju sama semua planning yang sudah Saya bikin.


The journey 

Hari itu Rabu tepat jam 7 pagi Saya sudah menyambangi tempat Mereka menginap di Serang dan siap-siap berangkat, ada kejadian awkward pas Saya nungguin teman Saya, iya Saya mengajak 3 orang teman Indonesia Saya untuk gabung di trip ini dan 2 diantara Mereka datang gak on-time dan membuat mbak-mbak Bule ini murka karena teman-teman Saya ini wasting time katanya, beberapa jam ditunggu akhirnya Mereka datang. Huft, finally terbebas dari drama ini. 

Kami semua langsung bergegas naik angkot menuju Pelabuhan Karang Hantu untuk naik kapal menuju Pulau Tunda bersama warga Pulau Tunda yang ingin pulang dari Kota sehabis belanja keperluan sehari-hari. Pertimbangan Saya naik kapal umum yang hanya berangkat dihari Senin dan Rabu ini adalah karena murah hanya 20 ribu saja untuk sekali perjalanan (harga tiket tahun 2016).

Kapal ini membawa Kami terombang-ambing di lautan lepas selama lebih-kurang 2 jam karena kapal ini berjalan cukup lambat, untungnya sepanjang perjalanan langitnya biru cerah dengan laut yang jernih biru cerah juga, sehingga tidak terasa membosankan.

A post shared by Didy Rosyidi (@didyrosyidi) on

Ada kejadian lucu ketika kapal ini melewati polsek di Pelabuhan Karang Hantu, beberapa polisi meminta si nahkoda kapal untuk berhenti karena mereka melihat 2 teman Bule Saya yang Naik keatas kapal dan sontak memancing bapak-bapak polisi ini. Hampir 15 menit Kami diinterogasi blablabla, mau kemana, darimana beruntung Mereka berdua ada scan passport jadi gak ribet. Ujung-ujungnya setelah 15 menit diinterogasi Kami boleh melanjutkan perjalanan dengan syarat mbak-mbak Bule ini diajakin poto sama Mereka haha, heran kadang sama tabiat orang Indonesia yang demen berfoto sama Bule.

A post shared by Didy Rosyidi (@didyrosyidi) on

Sesampainya di Pulau Tunda suasana menenangkan itu menyeruak, birunya air laut berpadu dengan rumah-rumah warga terus anak kambing berlalu lalang menambah kerasa berbaur dengan warga lokal, suka sekali mbak-mbak Bule ini sama ambience nya, Saya juga suka. Tidak perlu berlama-lama Kami langsung mencari spot untuk mendirikan tenda, Kami memilih lokasi dekat dermaga cinta karena tempatnya katanya romantis. Dan benar saja tempatnya sangat indah dan romantis hehe apalagi pas senja.

A post shared by Pulau Tunda (@tundaisland) on

Aktivitas seru lain yang Kami lakukan di Pulau Tunda adalah bersnorkelling ria menyaksikan begitu banyak biota laut yang indah, bahkan Kami beruntung sempat bertemu sekawanan lumba-lumba yang saling berloncatan meskipun hanya melihat dari kejauhan diatas kapal kecil Kami. Spot foto instagramable juga banyak disini, yang pasti bisa memperbaiki feed Instagram yang berantakan hehe.

A post shared by Didy Rosyidi (@didyrosyidi) on

Terus Kami juga kulineran, kalau makanan sih gak usah khawatir disini banyak warung-warung yang menjual masakan warga lokal dan aneka jajanan. Ada sedikit sih kekecewaan Saya terhadap Pulau Tunda, yaitu banyak spot-spot indah tapi rusak dengan tumpukan sampah. Berharap warga Pulau Tunda bisa lebih sadar akan kebersihan Pulau ini termasuk para wisatawan juga.

FYI

Pulau Tunda merupakan Pulau pemukiman yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Serang, Banten. Pulau ini dihuni oleh sekitar 3 ribu orang lebih-kurang, luas Pulau ini sekitar 300 hektar. Penduduk di Pulau Tunda rata-rata Bermata pencaharian sebagai nelayan dan Mereka juga terkenal dengan keahliannya dalam membuat perahu kayu. Untuk keramahan warga lokal disini sangat ramah tidak usah diragukan lagi, sepanjang perjalanan menuju Pantai Mereka tidak segan-segan menawari untuk mampir atau sekedar menyuguhi air putih.

Pulau Tunda memiliki suasana yang asri dan tenang, tidak seperti pulau-pulau pemukiman lain digugusan kepulauan seribu yang selalu ramai dengan kunjungan wisatawan dari kota-kota besar. Padahal Pulau Tunda memilih perairan laut yang jernih dan terumbu Karang yang indah juga kadang ada lumba-lumba berkeliaran di Pulau ini.


How to get there

Darimanapun Kamu kalau hendak mengunjungi Pulau Tunda harus sampai dulu di Kota Serang, Banten. Kalau sudah sampai Serang, perjalanan berlanjut ke Pelabuhan Karang Hantu bisa naek angkot dari Serang untuk menuju Pelabuhan ini atau Gojek/Gocar, selanjutnya membeli tiket kapal KPM Tunda sebesar 35 ribu per sekali jalan jadwal hanya Senin dan Rabu dengan Jadwal jam 07.00 Tunda - Serang dan 13.00 Serang - Tunda, atau bisa juga menyewa kapal kecil Rp. 1,5 juta bisa dipakai 15-20 orang.


Tips 

Biar lebih hemat sebaiknya naik kapal publik KPM Tunda untuk transportasi dari Pelabuhan ke Pulau Tunda tetapi kalau Kamu berangkat rombongan bisa sewa kapal Rp. 1,5 Juta bisa muat 15 orang, untuk masalah penginapan sebenarnya banyak homestay dan rumah warga yang disewakan dengan harga 100 - 300 ribu per malam, tapi untuk lebih hemat mendirikan tenda jauh akan lebih murah hanya bayar sewa tempat pendirian tenda saja sebesar 10 - 20 ribu per orang. Untuk makanan gak usah khawatir disini banyak warung yang berjualan masakan warga lokal dan aneka jajanan, tapi untuk lebih hemat membawa Bekal makanan setengah jadi dan masak disana akan lebih asik, dan bawa juga aneka snack buat ngemil sembari menikmati sunset atau sunrise.

A post shared by Didy Rosyidi (@didyrosyidi) on

So, ngapain Ditunda-tunda kalau bisa mengunjungi Pulau Tunda sekarang.

Happy Travelling 😀


  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Indonesia memang memiliki destinasi wisata yang banyak dan eksotik, sy bangga jadi warga Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bro, bersyukur banget tinggal di Indonesia yang Kaya akan kekayaan alamnya 😀😀😀

      Delete