[Review Film] Red Sparrow, Kisah Si Burung Gereja Yang Brutal

By Didy - 3/01/2018

"Every human being is a puzzle of need. You must become the missing peace and They will tell you anything".
Sumber Gambar m.afisha.a42.ru/

Hello My Lov, jumpa lagi dengan Saya dalam review film, perlu diingat, sebelum lanjut membaca bahwasannya ini adalah sebuah review yang bersifat spoiler CKCKCK~

Mengawali bulan Maret ini nampaknya geliat film thriller Hollywood mulai bermunculan di Bioskop Tanah Air. Red Sparrow inilah salah satunya. Untuk Kamu yang mengidolakan Mbak Katniss Hunger Game pasti akan menyukai film ini. Pasalnya, sampai akhir film ini Kamu akan disuguhi Mbak Katniss Jennifer Lawrence dalam versi yang lebih "nakal".



Didorong oleh rasa penasaran yang membabi buta tentang akan seperti apa novel Red Sparrow karya Jason Matthews (FYI, beliau adalah mantan agen CIA) dalam bentuk film, akhirnya, Saya sepulang kerja bergegas pergi ke Bioskop terdekat untuk menontonnya hehehe.

Disutradrai oleh sutradara yang sama dengan film Hunger Game, Francis Lawrence, film ini sukses membuat Penonton Saya bergidik. Sampai-sampai Saya tak kuasa untuk mengedipkan mata barang sedetik-pun karena meleng dikit Saya bisa ketinggalan jauh dan gak nyambung dengan plot film yang jumpalitan.

Film Red Sparrow secara garis besar menceritakan Dominika Egorova seorang ballerina cantik dan ter-masyur se-antero Rusia Raya yang direkrut masuk ke sekolah Sparrow, Sekolah intelejen Rusia yang melatih para pemuda-pemudi berparas rupawan untuk menjadi mata-mata negara dengan menggunakan tubuh dan pikiran mereka sebagai senjatanya.

Diceritakan dalam film ini sebenarnya bukan kemaun hati nurani Dominika untuk masuk sekolah intelejen Rusia tersebut, lagi-lagi alasan ekonomi keluarga dan jebakan sang paman lah yang membuatnya mau tidak mau harus mengikuti beragam pelatihan-pelatihan yang menyimpang dan sadis di sekolah tersebut.


Dominika pun akhirnya berhasil lulus dengan predikat cumlaude Sparrow yang Paling berbahaya dan siap untuk menjalankan misinya. Dalam misinya tersebut, Dominika bertemu Nate Nash seorang agen CIA yang sangat diincar oleh Rusia yang pada akhirnya mampu menaklukan hati Dominika.

Overall, cerita yang disajikan dalam film ini memikat Penonton Saya untuk tetap fokus dan K.E.P.O, twist yang jumpalitan tanpa henti membuat Saya tidak jenuh menontonnya, meskipun film ini berdurasi cukup lama.

Penampilan Mbak Jejedun Jennifer Lawrence harus Saya akui begitu maksimal dan memuaskan. Di film Red Sparrow ini, Doi berakting sangat total dan benar-benar menjadi spotlight sampai film berakhir.

Looks can be deceiving. #RedSparrow

A post shared by Red Sparrow Movie (@redsparrowmovie) on

Tatapan mata tajam dan misterius Mbak Jennifer mampu mengalihkan duniaku membuat karakter Dominika semakin kuat, minusnya hanya diaksen Amerika yang terkadang masih muncul padahal seharusnya bisa lebih Rusia lagi heuheuheu~

FYI, film ini untuk 21 plus ya jadi untuk Kamu yang belum menyentuh angka tersebut jangan coba-coba untuk menontonnya, karena dalam film ini banyak adegan kekerasan dan penyiksaan yang keji dan membuat ngilu.

Sementara untuk adegan panas, jangan ditanya lagi, karena Kamu pasti akan kecewa karena adanya pemotongan-pemotongan adegan yang tidak rapi oleh LSF (Lembaga Sensor Film). Yha, kasian deh loe, wqwqwq~

Untuk Kamu yang menyukai film bergenre thriller dan spy I'm sure that you're gonna love this movie. Twist yang ciamik dan mengecoh akan membuat Kamu kelojotan selama hampir 138 menitan Kamu menontonnya.

  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Owh ttg itu tho film nya, sy kira ttg apa. Hbs dksi tw gni bru mulai kepo deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum nonton ? Yah udah Gak diputer Di Bioskop tapi wkwkwk. Jangan nonton bajakannya yah 😹😹

      Delete