Interview Dengan Kang GOJEK

By Didy - 2/04/2018

Sumber Gambar https://www.pinterest.com/

Beberapa tahun belakangan ini driver Gojek menjadi salah satu profesi yang diganderungi dan menjanjikan sebagai lahan basah dalam alternatif mencari nafkah. Perpaduan sistem transportasi dengan aplikasi digital yang dapat dengan mudahnya Kita unduh di playstore menjadikan Gojek sebagai start-up yang paling bonafide di Indonesia.

Salah satu prestasi yang pernah ditorehkan oleh Gojek adalah pernah menjadi sponsor utama untuk Liga Indonesia bersama perusahaan penyedia tiket online yang iklannya selalu menggangu Saya ketika streaming-an YouTube. Bukannya perusahaan minyak dan gas bukan pula Bank-bank di Indonesia. Tetapi GOJEK dan TRAVELOKA, ya kalian tidak salah dengar *Eh baca. Mereka berdualah yang menanamkan 180 M nya dalam mensponsori Liga tersebut.

Lantas Saya sempat berfikir, WOW alangkah kayaknya si owner dari start-up ini. Terus berapa yah pundi-pundi rupiah yang Dia bisa hasilkan perbulannya dan bagaimana dengan nasib kesejahteraan seluruh karyawannya termasuk para driver Gojek.

Dengan sedikit ide-ide gila yang penuh ke-intrik-an duniawi, akhirnya Saya memberanikan diri untuk membuat daftar pertanyaan yang rencananya akan Saya ajukan kepada para driver Gojek. Beruntung kemarin, Sabtu 3 Februari 2018, Saya berhasil mendapatkan driver Gojek rupawan yang bisa Saya interview.

Sembari tidak lupa Saya meng-order jasa Gojek untuk mengantarkan Saya ke salah satu lokasi hits anak muda jaman now di Kota Serang, sebut saja Mall of Serang a.k.a MOS.  Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih seorang driver Gojek berhasil Saya jerat dengan interview muslihat. Sebut saja Naruto~

Saya : Berapa sih Kang biasanya rata-rata penghasilan bersih seorang driver Gojek perhari ?
Kang Naruto : Wah, pertanyaan pertama langsung nodong aja nih Mas
Saya : Saya KEPO Mas hehehe (sembari mengumbar senyum manis)
Kang Naruto : Rata-rata Saya sih bisa dapet 100 ribu sampai 150 ribu dalam sehari, bahkan bisa 180 ribu sehari kalau Saya mencapai target poin
Saya : WOW itumah lumayan gede loh Kang, bahkan mengalahkan gaji buruh pabrik kalau konsisten setiap hari dapat segitu
Kang Naruto : iya Mas, itu malah itungannya masih sedikit dibandingkan dulu diawal-awal Saya menjadi driver Gojek Saya bisa dapet 300 ribu sehari.

Istirahat sebentar, Saya menghela nafas sejenak untuk kemudian melanjutkan pertanyaan dengan level yang lebih sulit.

Saya : selama menjadi driver Gojek, suka-dukanya apa sih Kang ?
Kang Naruto : wah kalau diceritain mah banyak pokoknya Mas
Saya : Ok, kalau gitu boleh di-breakdown dari hal-hal duka atau yang tidak menyenangkan dulu Kang ?
Kang Naruto : pengalaman yang menyebalkan sih biasanya lebih kepada penumpang yang rewel, penumpang yang gak mau keluar gedung pas anterin Gofood terus pernah ada juga yang ngotot soal maps, bikin emosi Mas
Saya : wah ternyata cukup pelik yah pengalamannya selama menjadi driver Gojek, terus kalau pengalaman suka atau menyenangkannya apa Kang ?
Kang Naruto : kayaknya sih dapet uang tip yang lumayan besar deh Kang heheh (senyum penuh intrik)
Saya : itu doang Kang ?, lanjut Saya meng-interogasi
Kang Naruto : Saya pernah punya gebetan dari penumpang Gojek Mas, "anak UNTI**A" semester tiga, katanya.
Saya berusaha menarik nafas dengan satu tarikan menyadari keseruan interview ini, fiuh~
Saya : lah, kok bisa Kang ? , Lanjut Saya bertanya
Kang Naruto : Hahahaha, awalnya sih biasa saja, Si doi ini bertingkah layaknya penumpang pada umumnya. Namun, ketika memberikan review Dia berkata eh menulis "the best driver for me, so far", lengkap dengan emoticon senyuman tersipu malu dan bintang 5. Ini kan so sweet banget kan yah Mas ?, sehingga membuat Saya tak kuasa untuk menyimpan nomornya dan men-japri-nya dikemudian hari.
Saya : (ngakak guling-guling rotfl, rotfl), wah ternyata hebat juga yah Kang Naruto ini, emangnya boleh ya japri penumpang Kang ?
Kang Naruto : sebenarnya sih gak boleh sih Mas, terlebih kalau sampai ada yang melapor ke Manajmen. Si driver bisa-bisa langsung dikeluarkan sebab aturan Gojek melarang keras para drivernya untuk men-japri penumpangnya diluar konteks transaksi

Saya bergumam dalam hati, Hemh, berarti hubungan Kang Naruto dan gebetannya tersebut "terlarang" dong yah, karena dibangun diatas fondasi pelanggaran. Ckckck, complicated~

Sebenarnya Saya ingin mengajukan lebih banyak lagi pertanyaan kepada driver naas ini seputar pekerjaannya. Tapi sayang, si driver keburu menaruh curiga terhadap Saya dan berusaha buru-buru menutup interview Saya tersebut.

"Wah udah ya Mas, tanya-tanya nya, kalau mau tanya-tanya lagi boleh japri Saya saja ya Mas. Tapi disambi ngopi-ngopi yah". Pangkas, Kang Naruto memutus interview Saya sore itu.

Dasar Bedebah, si Kang Naruto ini (gumam Saya dalam hati).



  • Share:

You Might Also Like

0 comments