Surat Terbuka Untuk Kang Pidi Baiq, Novelis Idola Zaman Now

By Didy - 1/30/2018

Sumber Gambar https://id.wordpress.com/
Jangan Maksiat, dosanya berat. Kamu pasti gak kuat, Saya juga..

Kang Pidi sahabatku, kumaha damang ?. Semoga Kang Pidi sehat wal afiat selalu ya Kang. Oh iya, pertama-tama Saya ucapkan selamat yah atas telah dirilisnya film Dilan di Bioskop seluruh Indonesia, semoga banyak yang nonton. Bahkan ngalahin filmnya Fahri, ya, Kang hehehe.

Perkenalkan Saya adalah salah satu korbannya Dilan yang Kang Pidi ciptakan. Karena sosok Dilan imajinasi cewek-cewek zaman now makin liar. Untuk itu, dalam surat Terbuka ini Saya ingin menyampaikan beberapa hal.

Anyway Kang, Saya sudah nonton loh filmnya. Masyallah, bikin bafer Kang . Seriusan inimah, Udah gitu di Bioskop Serang menih rame pisan yang nonton (cuma Saya doang yang nontonnya gak bawa pasangan).


Kang Pidi, gara-gara Dilan, cewek-cewek sekarang mulai mengangap segala sesuatu menjadi berat.

Bayangkan deh Kang, sekarang cewek-cewek mulai berpikir segala sesuatu di dunia ini menjadi berat. Bukan hanya rindu Kang.

Sumber Gambar https://www.upstation.id/

Upload foto di IG captionnya berat, nge-twit di Twitter juga cuitannya berat, di FB nulis status ada berat-beratnya juga. Hemh, Kan Saya jadi muak bacanya ya Kang.

Selain itu Kang, tokoh Dilan yang sampean ciptakan, telah menjebak remaja-remaja cewek zaman now pada dunia imajinasinya mereka. Bahkan Untuk hal memilih calon suami pun, mereka bakalan menginginkan laki-laki romantis layaknya Dilan.

Hemh Kang, membayangkan Dilan semakin tenar dan diganderungi cewek-cewek membuat Saya lelah dan sekaligus telah merenggut harapan Saya sebagai calon suami idaman di mata mereka. Padahal, sampai kapanpun, Saya gak bisa dan gak mau jadi Dilan.

Bukannya apa-apa, Dilan suka Milea sedangkan Saya sukanya Raisa (walaupun sudah ada Hamish disisinya sekarang). Eh.

Tapi, Kang, Saya juga sangat berterima kasih kepada Kang Pidi yang telah menghadirkan sosok Dilan ke Dunia ini. Semenjak kehadiran Dilan, standard cewek-cewek memilih gebetan pun sudah mulai bergeser, sekarang Fahri sudah tidak menjadi satu-satu nya tipe lelaki idaman di Dunia ini.

Dulu Saya sempat berfikir Kang, sejak Fahri muncul di film ayat-ayat cinta. Fahri akan menjadi satu-satunya sosok idaman bagi mereka. Tidak sedikit dari mereka yang berharap bisa bertemu sosok lelaki seperti Fahri ini. Dimata mereka, sosok lelaki idaman adalah orang yang religius, smart dan menjadi dosen sukses diluar negeri pula.

Tapi, sekarang, berkat sosok Dilan yang Kang Pidi hadirkan, sosok lelaki idaman tak lagi melulu orang yang tampil sempurna dalam beragama. Sosok lelaki seperti Dilan juga sekarang disukai oleh mereka. Yaitu, lelaki yang suka gombal, ketua geng motor dan selengean. Ditambah lagi sering bikin bafer cewek-cewek dengan kata-kata yang luar biasa mempesona.

Kenyataan ini juga patut saya sukuri Kang, dengan kehadiran Dilan, sosok lelaki idaman sudah tidak bertumpu pada satu tipe saja. Perbedaan antara Dilan dan Fahri membuat cewek-cewek sekarang sadar kalau di Dunia ini tidak semuanya sempurna. Karena kesempurnaan sejatinya hanya milik Tuhan Semesta Alam.

Kang Pidi, selain menganggap segala sesuatu di Dunia ini berat. Cowok-cowok zaman now juga menjadi pemberi harapan palsu aka PHP. Karena mengikuti kata-kata Dilan yang ini: "Milea, Kamu cantik tapi Aku belum mencintaimu, nggak tau kalau sore. Tunggu saja".

Bahkan termasuk keponakan Saya yang masih SMA, masa Saya minta untuk mencuci motor aja gak mau.

Mencuci motor itu sebenarnya menarik, tetapi Saya belum tertarik sekarang. Tunggu saja sampai sore.

Bayangkan coba Kang, kan nggatheli banget.

Ya sudah Kang, demikian surat terbuka ini Saya tulis. Semoga tidak semua perempuan di Dunia ini berimajinasi tentang sosok lelaki romantis seperti Dilan. Biarkan saja Dilan dinikmati dalam Dunia angan-angan mereka saja tidak diwujudkan dalam Dunia nyata. Dan kalau mereka semua masih tetap seperti itu, dengan berat hati Saya memutuskan untuk mundur dari Dunia persilatan hehehe.

Salam hormat Saya, karyawan kantoran dan Blogger paruh waktu yang kebetulan menyukai Raisa.

  • Share:

You Might Also Like

2 comments