2 Hari Lebih Dekat Dengan Orang Gypsy

By Didy - 12/16/2017


Life is an absurd journey
Entahlah, sekitaran sebulan yang lalu saya membaca tentang orang Gypsy di ebook yang sebenarnya secara tidak sengaja pula saya mendownload ebook tersebut. Bermula ketika rasa penasaran saya yang muncul tentang gaya hidup nomaden yang dilakukan banyak orang dan menurut saya hal ini sangatlah unik dan keren. Singkat cerita, ketika saya googling tentang gaya hidup nomaden ini. Saya menemukan ebook ini yang membahas detail tentang sejarah orang Gypsy ini.

Sulit untuk dipercaya bagi saya di jaman yang sudah mengarah kearah yang sarat akan kapitalisme ini ada orang yang rela tinggal berpindah-pindah tanpa mempunyai tempat tinggal tetap dan dilakukan secara bergerombol dengan menggunakan semacam caravan kuda. Lalu saya sempat berpikir, darimana sebenarnya mereka berasal dan untuk tujuan apa sebenarnya mereka melakukan gaya hidup seperti ini. Ingin rasanya saya bertemu dengan mereka dan sedikit melakukan wawancara singkat kepada mereka tentang gaya hidup yang mereka anut tersebut.

Dan gayung bersambut, sekitaran seminggu yang lalu saya mendapatkan request to stay dari teman couchsurfer, ya masih dengan cerita yang sama lagi-lagi Couchsurfer lah biangnya yang membuat saya belajar banyak tentang kehidupan khususnya dari orang-orang yang sudah banyak pengalamannya tentang traveling yang tentu saja akan membuat saya tidak pernah bosan ketika berbincang-bincang dengan mereka.

Awalnya saya sempat ragu untuk menerima request dari orang ini karena ketika dilihat di Couchsurfing profilenya ternyata dia perempuan, bukan kenapa-kenapa soalnya ditempat saya tinggal masih sangat tabu untuk membawa seorang teman perempuan yang tidak ada hubungan kekeluargaan sama sekali. Tetapi entahlah pada saat itu saya iyakan saja permintaan dia untuk menginap dirumah saya selama dua hari. Dia menceritakan secara panjang lebar via message Couchsurfing app dan menuturkan kalau berencana untuk travelling selama dua bulan di Indonesia karena tertarik dengan cerita-cerita orang dan keluarganya tentang keindahan alam Indonesia, sebelumnya dia sudah lebih dulu travelling ke Oman selama enam bulan untuk selanjutnya melanjutkan perjalanannya ke Jakarta.

Yang saya sangat salut dari oma-oma ini, ya sebut saja begitu di umurnya yang sudah menginjak lima puluh satu tahun tersebut beliau masih bisa melakukan solo travelling keliling dunia dengan membawa tas carrier tujuh puluh liter. OMG, bisa dibayangkan betapa kuatnya beliau dan yang lebih membuat saya tercengang lagi dia juga melakukan perjalanannya selama di Oman dengan Hitchiking. 

Bahkan mungkin saya yang masih muda seperti ini saja belum tentu bisa survive dengan travelling semacam itu. Setelah kita mengobrol banyak ngalor-ngidul yang sangat random banget, akhirnya dia bilang kalau dia adalah orang Gypsy dalam hati waw kok bisa terjadi kebetulan seperti ini ya dan tidak berlama-lama bagi saya mewawancarai beliau tentang sebenarnya orang seperti apa sih mereka ini.

"Kenapa orang Gypsy melakukan gaya hidup nomaden ?". Begitulah pertanyaan pertama saya pada saat itu, kemudian dia menjawab dengan kata "I don't know" , kemudian dia lanjut menuturkan. Menurutnya, entahlah ini bisa dibilang gaya hidup atau bukan tetapi ketika sesuatu sudah mendarah daging pada diri seseorang akan sulit untuk dihilangkan dan tentu saja orang tidak akan mengerti hal tersebut karena menurutnya hanya orang Gypsy lah yang mengerti hal ini karena darah Gypsy sudah mengalir padanya.

Berdasarkan bacaan yang saya baca diceritakan bahwa orang Gypsy sering kali mendapatkan stigma negatif di dunia barat, entah kedekatan mereka dengan ilmu sihir lah, kemampuan meramal, atau tradisi mereka yang aneh misalnya saja mereka diperbolehkan untuk mencuri barang-barang dari orang yang kaya. Stigma-stigma yang beredar inilah yang membuat citra mereka buruk, misalnya saja pada tahun 2010 silam pemerintah Perancis menghancurkan kamp-kamp orang Gypsy yang dianggap ilegal. Mereka semua diusir karena dianggap sebagai "aib" oleh pejabat uni eropa.

Sejarah orang Gypsy
Di berbagai tempat dibelahan dunia orang orang Rom disebut Gipsi, Gypsy, Gipsy, Gypsi, Gitanos, Zigeuner, Tsigani, Cigány. Istilah-istilah ini bisa dianggap berkonotasi negatif. Rom (jamak roma), artinya "pria" dalam bahasa mereka, adalah istilah yang digunakan oleh kebanyakan orang Rom untuk menyebut diri mereka. Beberapa kelompok berbahasa Romani dikenal dengan nama-nama lain, misalnya orang Sinti.

Orang Rom/Gypsy masih dianggap sebagai kelompok yang nomaden, meskipun faktanya mereka sekarang telah tinggal dalam rumah permanen. Penyebaran orang Rom begitu luas tidak hanya di sebelah Selatan dan sebelah Timur Eropa, melainkan juga di benua Amerika dan di Timur Tengah.
(Sumber : www.wikipedia.org)

Bahasa, kebudayaan dan nenek moyang dari orang Gypsy bisa ditelusuri kebagian India utara sejak 1000 tahun yang silam. Yang kemuidian mereka meninggalkan India dan hingga sekarang hidup secara berpindah-pindah yang belum diketahui dengan jelas alasan pastinya. Pernah saya membaca dalam sebuah novel, sisi baik dari orang Gypsy ini adalah mereka semua begitu diidolakan karena pembawaannya yang santai dan ramah, mereka digambarkan tidak segan-segan menyatakan perasaan mereka dengan nyanyian dan tarian yang begitu indah. Hal ini terbukti, ketika saya dan Diane Beyer ini meskipun kami baru saja bertemu kita langsung akrab dan merasa seperti keluarga. Disisi lain mereka juga sering dijelek-jelekan karena kehidupan mereka yang begitu misterius.

Mungkin sebenarnya hal inilah alasan mengapa mereka hidup berpindah-pindah atau bisa dikatakan mereka terpaksa untuk berpindah-pindah hidup karena kecurigaan banyak orang tentang mereka. Bahkan hal terburuk yang pernah dialami oleh orang Gypsy selama bertahun-tahun adalah mereka selalu terusir dari tempat yang mereka singgahi dan bahkan diperbudak selama berabad-abad di Eropa.

Kehidupan orang Gypsy sekarang
Layaknya Diane ini kebanyakan dari mereka juga sekarang sudah tinggal menetap di suatu daerah Eropa, kebanyakan mereka tersebar di Eropa Timur. Diane juga menuturkan bahkan dikehidupan modern seperti sekarang, orang Gypsy juga sudah bekerja layaknya kita, misalnya saja Diane yang merupakan seorang guru pengendara berkuda di saalah satu farming dan sekolah berkuda di Austria.

With Diane Beyer From Austria
Banyak dari perbincangan kita selama dua hari ini yang bisa saya jadikan pelajaran tentu saja karena memang dia sudah lebih dulu makan asam-garam dibandingkan saya, dan saya meyakini bahwa citra negatif yang selama ini berkembang tentang orang Gypsy ini adalah tidak benar dan hilang setelah bertemu dengan Diane. Karena faktanya dia begitu friendly. Hal lain yang saya juga dapatkan dari dia adalah, dia begitu menomor satukan keluarga diatas segalanya dan menurutnya kita didunia ini harus selalu berbuat baik pada siapapun, saya ingat sekali ketika bertanya tentang Rezim Nazi dijerman dan dia begitu sangat menyesalkan sejarah rezim kelam tersebut terjadi.

Last but not least, perbanyaklah untuk bergaul dengan siapapun karena itu akan memperkaya pengetahuan kita dan teruslah berbuat baik.

Cheers !!



  • Share:

You Might Also Like

0 comments