10 Alasan Mengapa Kamu Harus Mengunjungi Dataran Tinggi Dieng

By Didy - 12/28/2017

Sudah tidak asing bagi kita orang Indonesia kalau dataran tinggi Dieng merupakan tempat wisata yang banyak digemari oleh para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Dataran tinggi Dieng memang menyimpan banyak sekali objek wisata alam berpemandangan indah yang akan sayang untuk dilewatkan.

Menilik asal kata dari tempat ini yang diambil dari bahasa Sansekerta "di" artinya tempat yang tinggi dan "hyang" artinya kahyangan, pantaslah memang karena semua objek wisata alam di dataran tinggi Dieng begitu indah layaknya kahyangan.

Baru-baru ini dataran tinggi Dieng juga masuk nominasi sebagai dataran tinggi terpopuler bersama sepuluh dataran tinggi lainnya di Indonesia, dalam ajang penilaian bertajuk anugerah pariwisata Indonesia 2016 program Pesona Indonesia Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan majalah pariwisata online. Dieng kini tengah mengupayakan untuk dapat ditetapkan sebagai geopark atau taman bumi nasional.

Dengan masuknya dataran tinggi Dieng dalam nominasi tersebut tentu akan sangat disayangkan jika kamu tidak mengunjungi dan melihat keindahannya secara langsung.

Berikut 10 alasan mengapa kamu harus mengunjungi dataran tinggi Dieng.

1. Kemeriahan Dieng Culture Festival setiap tahunnya
Sumber Gambar
Dalam kemeriahan gelaran Dieng Culture Festival ini yang dilaksanakan setiap bulan Agustus tiap tahunnya. Ada acara ruwatan anak rambut gimbal yang begitu unik yang akan menambah rasa kecintaan kamu terhadap keanekaragaman budaya Indonesia, selain itu ada juga pelepasan ribuan lampion, jazz diatas awan, pentas seni dan berbagai acara adat lainnya. Yang dari tahun ketahunnya acara ini selalu sukses menyedot ribuan wisatawan untuk mengunjungi gelaran ini.

2. Lezatnya kulineran mie ongklok dipadukan dengan sate ayam
Sumber Gambar
Pertama kalinya saya mencoba kuliner yang satu ini agak terasa mengelitik lidah saya, kuliner mie dengan sedikit kuah dengan rempah yang sangat khas ditambah kuah kental dari tepung tapioka bercampur ebi dan kacang tanah ditambah sayuran segar membuat lidah saya merasa ketagihan dengan kenikmatan mie yang satu ini, ditambah lagi mie ongklok ini selalu dipadukan dengan sate ayam yang sudah pasti akan membuat kamu terperangah ketika mencoba nya dan akan ketagihan untuk mencicipinya lagi dan lagi.

3. Tersebar telaga indah
Tidak diragukan lagi salah satu obyek wisata yang menarik di Dieng adalah wisata telaganya. Sebut saja misalanya Telaga Warna Dieng yang keindahannya sudah terkenal sejagat raya. Telaga Warna memang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan obyek wisata telaga yang lain karena air dari telaga ini memiliki perpaduan warna yang sangat indah. Menurut legenda masyarakat sekitar, dahulu kala ada sebuah cincin bangsawan yang jatuh kedalam telaga tersebut sehingga memunculkan warna yang indah kepermukaannya. Namun secara ilmiah, warna yang berbeda dari telaga ini berasal dari pembiasan cahaya terhadap endapan belerang di dasar telaga tersebut, serta ada juga telaga menjer yang luas dan tidak kalah indahnya dari telaga warna, disini kamu bisa menaiki perahu bambu mengililingi telaga ini.

4. Ada si anak rambut gimbal titipan Kyai Kolo Dete
Sumber Gambar
Di dataran tinggi Dieng terdapat sebuah fenomena aneh yang berkembang hingga saat ini yaitu si anak rambut gimbal Dieng yang sangat sulit dijelaskan secara ilmiah. Tidak sulit menemukan si anak rambut gimbal ini di dataran tinggi Dieng saat kita menulusuri desa-desa di Dieng pasalnya disetiap desa terdapat anak-anak yang memiliki rambut gimbal ini berkisar antara usia bulanan hingga delapan tahun. Tidak ada garis keturunan khusus, siapapun selama memiliki keturunan Dieng pasti ada kemungkinan memiliki anak berambut gimbal ini. Menurut masyarakat Dieng, anak-anak berambut gimbal merupakan titipan dari Kyai Kolo Dete. Yang merupakan salah seorang punggawa pada masa Mataram Islam (sekitar abad 14). Bersama dengan Kyai Walid dan Kyai Karim, Kyai Kolo Dete ditugaskan oleh Kerajaan Mataram untuk mempersiapkan pemerintahan di daerah Wonosobo dan sekitarnya. Kyai Walid dan Kyai Karim bertugas di daerah Wonosobo, sementara Kyai Kolo Dete bertugas di Dataran Tinggi Dieng.Biasanya, sebelum dilakukan prosesi pemotongan (ruwatan),  si anak akan mengajukan suatu permintaan. Permintaan ini harus dituruti oleh orangtuanya. Masyarakat sekitar meyakini, jika pemotongan dilakukan tanpa melalui upacara tertentu, atau bukan atas kemauan si anak, atau permintaannya tidak dikabulkan, rambut gimbal yang sudah dipotong akan tumbuh kembali.

5. Carica, si buah endemik yang hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng
Buah lezat beraroma khas ini merupakan buah endemik yang hanya akan tumbuh dan berbuah di datarn tinggi Dieng saja. Buah yang berkerabat dekat dengan pepaya ini memiliki daging yang kenyal dan berbentuk serupa pepaya hanya ukurannya lebih kecil daripada pepaya. Biasanya masyarakat sekitar mengolah buah ini menjadi manisan, minuman kemasan atau keripik.


6. Purwaceng, ginseng Dieng penambah stamina
Sumber Gambar
Selain carica ada satu lagi tanaman endemik yang hanya bisa tumbuh di Dieng yaitu Purwaceng namanya, tanaman ini dipercaya dapat meningkatkan stamina bagi siapa saja yang mengkonsumsinya. Tanaman dengan nama latin pimpinella pruatjan atau biasa disebut juga antaman gunung memiliki banyak khasiat untuk kesehatan seperti meningkatkan stamina pria, melancarkan saluran kandung kemih,menghangatkan tubuh dan pencegah masuk angin. Biasanya masyarak sekitar mengolahnya menjadi serbuk teh atau kopi purwaceng.
 

7. Ramah bagi pendaki pemula
Di dataran tinggi Dieng juga terdapat salah satu gunung yang banyak diminati para pendaki pemula yaitu Gunung Prau. Tinggi gunung ini 2565 MDPL sangat cocok untuk kamu yang ingin mendaki gunung tetapi tidak terlalu tinggi. Dipuncak gunung prau kamu juga bisa menyaksikan indahnya sunset dengan latar beberapa view gunung seperti gunung sindoro dan gunung sumbing. Kontur tanah dan rute pendakiannya pun cukup bersahabat dengan pendaki pemula.

8 . Beragam candi situs peninggalan sejarah
Tidak hanya wisata telaganya saja yang indah, di Dieng kamu juga dapat menemukan beragam candi yang merupakan situs peninggalan sejarah seperti Candi Arjuna, Gatot Kaca, Bima, Srikandi dan lain-lain. Ciri khas arca dan relief dari candi-candi ini mengikuti bentuk candi di India yang sangat unik. Tidak heran candi-candi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan terlebih lagi letaknya yang berdekatan satu sama lain, nama-nama dari candi-candi tersebut diambil dari penokohan kisah mahabarata.

 9. Suhu Dieng bisa mencapai dibawah 0 derajat
Sumber Gambar
Saat musim kemarau suhu di Dieng bisa mencapai nol derajat celcius hal ini dikarenakan letak dataran tinggi Dieng yang dikelilingi oleh bukit dan gunung yang menjadikannya seperti kontur cekungan sehingga membuat suhu Dieng semakin dingin terutama dimalam hari karena angin malam yang mengarah kebawah, bayangkan kamu bisa merasakan suhu dibawah nol derajat celcius di negara tropis, jadi tidak perlulah merasakan sensasi winter di belahan negara Eropa sana yang tentu saja akan menjadi salah satu pengalaman yang menakjubkan.

 10. Sikunir, negeri diatas awan
 
Belum lah lengkap rasanya berwisata ke Dieng kalau kamu tidak mengujungi tempat hits dan tentu saja instagramable ini, yap apalagi kalau bukan puncak sikunir. Puncak sikunir akan selalu ramai dipadati para wisatawan yang ingin menyaksikan indahnya sunrise negeri diatas awan. Golden sunrise sikunir akan menutup lengkapnya pengalaman sempurna kamu berlibur ke Dieng.

Sebenarnya masih banyak lagi alasan-alasan yang membuat kamu wajib banget mengunjungi destinasi wisata yang satu ini. Namun sepuluh alasan diatas lebih dari cukup untuk membuat kamu mengunjungi dataran tinggi Dieng saat liburan. 
Tunggu apalagi, kemas barang-barang kamu dan bergegaslah travelling ke Dieng

Cheers !!



 

  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Waaaah dieng emang keren ya. Jadi makin ngiler pengen ke sana :D

    ReplyDelete