Lawang sewu, destinasi yang wajib dikunjungi jika kamu berkunjung ke semarang

By Didy - 11/11/2017

Lawang Sewu Semarang
       Jika kamu hendak berkunjung ke Semarang sempatkan lah untuk berkunjung ke Lawang Sewu , destinasi wisata ini begitu populer dan ikonik di Kota Semarang. Lawang Sewu, berada di lokasi yang cukup strategis di Kota Semarang. Terletak di bundaran Tugu Muda tidak jauh dari Kantor Balaikota Semarang, tepatnya berada di Komplek Tugu Muda, Jl. Pemuda, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Lawang Sewu merupakan bangunan peninggalan Belanda yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang mengunjunginya. Kebanyakan orang mengetahui Lawang Sewu karena cerita-cerita mistis yang beredar tentang destinasi wisata ini.

Lebih dekat dengan Lawang Sewu
       Lawang Sewu dahulu merupakan markas PT KAI yang sebelumnya digunakan sebagai kantor NIS (Nederlandsch Indische Spoorweg) ketika Belanda menjajah Indonesia. Disebut Lawang Sewu karena bangunan bersejarah ini memiliki banyak pintu. Lawang berarti pintu dan sewu artinya seribu dalam bahasa jawa, namun sebenarnya jumlah pasti pintu pada bangunan ini tidak mencapai seribu layaknya kepulauan seribu yang tidak memiliki jumlah pulau sebanyak seribu pulau, Lawang Sewu pun demikian jumlah pintu yang ada pada gedung ini sebenarnya hanya 928 pintu dan jendela.

       Selain itu, Lawang Sewu juga pernah menjadi saksi pertempuran antara angkatan pemuda kereta api (AMKA) melawan penjajah jepang. Pertempuran ini terjadi karena pemuda AMKA ingin sekalia mengambil alih kereta api. Setidaknya ada belasan pemuda yang gugur dalam pertempuran ini. Dan saat ini jika anda mengunjungi Lawang Sewu anda akan menemukan begitu banyak bukti sejarah perkembangan kereta api di Indonesia.

Kecerdasan Arsitektur Bangunan
      Pembangunan Lawang Sewu oleh Hindia-Belanda berlangsung sepanjang 1904-1907 untuk Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatchppij (Kantor Pusat Adminstrasi Kereta Api Indonesia). Banyaknya pintu dan jendela pada bangunan ini memperhatikan iklim Indonesia yang tropis, agar sirkulasi udara lancar. Selain itu gedung ini memiliki koneksi antar ruang dengan pertimbangan keamanan yang tertata. Didalm bangunan gedung ini juga terdapat Kaca Putri, kaca yang terbagi menjadi empat panel besar yang mencerminkan cerita eksploitasi besar-besaran hasil alam nusantara. Flora dan fauna diangkut kereta dan dikumpulkan di kota-kota pelabuhan pulau Jawa sebelum diperdagangkan di dunia, dengan tujuan memperkaya Belanda dan keluarga kerajaan dibawah naungan Dewi Fortuna. 

Kaca Putri
       Tak berhenti sampai disitu, menurut guide yang mendampingi saya berkeliling menyusuri bangunan ini. Bangunan ini juga dibangun tanpa menggunakan semen, melainkan adonan bligor atau disebut juga pese, yaitu istilah lokal yang digunakan untuk menyebut campuran pasir, kapur dan bata merah, kelebihan dari bligor ini sendiri adalah membuat bangunan tak mudah retak terbukti bangunan ini masih kokoh dan tak ditemukan retakan pada bangunan ini meskipun sudah berusia ratusan tahun.
Jendela-Jendela Lawang Sewu
Kisah mistis dibalik kemegahan Lawang Sewu
       Sudah tidak asing lagi bagi kita semua bahwa Lawang Sewu begitu terkenal dengan kisah-kisah mistisnya, seiring berkembangnya cerita-cerita mistis tentang bangunan ini banyak sutradara film yang menjadikan bangunan ini sebagai setting latar film horror. Hal ini membuat citra angker Lawang Sewu semakin menjadi-jadi, ketika pun saya berbincang-bincang dengan teman saya yang orang asli Semarang banyak kisah mistis yang berkembang di Lawang Sewu ini seperti, suara jeritan noni belanda yang ketakutan, kesurupan di penjara jongkok, serdadu belanda penjaga pintu, penampakan di ruang utama bangunan, teriakan misteri di sumur, lorong hantu bawah tanah dan masih banyak lagi cerita-cerita mistis yang beredar. Akan tetapi sekarang ini pengola bangunan berusaha untuk mengilangkan stigma mistis dari gedung ini, misalnya saja pihak pengelola menolak beberapa tawaran produksi film yang ingin mengambil setting lokasi di Lawang Sewu ini dikarenakan masih berhubungan seputar film horror. Menurutnya, pihak pengelola akan berusaha mengedapankan destinasi wisata ini dari sisi kemegahan dan keindahan arsitektur bangunan ini bukan dari wisata mistis seperti yang selama ini berkembang.

Akses untuk menuju Lawang Sewu
       Untuk mencapai Lawang Sewu ada beberapa alternatif rute transportasi yang bisa anda tempuh, seperti dari terminal bus terboyo anda bisa naik damri, kopata ataupun angkot jurusan Terboyo – Mangkang yang melewati Jalan Pemuda. Atau dari Stasiun Kereta Api Poncol atau Tawang anda bisa naik angkutan kota atau naik becak karena tidak terlalu jauh dari kedua stasiun tersebut. Atau jika anda dari Bandara Ahmad Yani anda bisa langsung naik taksi, dengan jarak antara bandara ke Lawang Sewu tidak begitu jauh.

       Untuk jam buka dan harga tiket masuk, objek wisata ini di buka setiap hari dari mulai pukul 06.00 dan tutup pukul 21.00 WIB. Untuk harga tiket masuk sangat terjangkau yaitu Rp. 10,000 untuk dewasa dan Rp. 30,000 untuk masuk ruang bawah tanah, Rp. 5,000 untuk pelajar dan anak-anak dan Rp. 30,000 untuk sewa guide, saran saya ketika hendak menyusuri bangunan Lawang Sewu ini hendaknya untuk menyewa guide karena akan banyak sekali pengetahuan yang belum kita ketahui yang akan dijelaskan ole guide selama menyusuri bangunan ini.

Apa yang bisa dilakukan di Lawang Sewu
       Yang paling utama yang anda bisa lakukan adalah tentu menyusuri bangunan dengan arsitektur megah bergaya klasik Eropa ini secara mendetail, yang akan menambah wawasan anda seputar sejarah Indonesia terlebih tentang kereta api di indoneisa, anda juga bisa berfoto ria dengan latar keindahan bangunan ini, atau bahkan berpiknik dengan sanak saudara di taman luar gedung Lawang Sewu ini.

Tips Berwisata ke Lawang Sewu
        Jika hendak mengunjungi Lawang Sewu pada high season seperti pada liburan panjang dan mudik lebran, sebaiknya dating pada pagi-pagi sekali, karena bukan tidak mungkin anda akan tidak kebagian tempat parkir untuk kendaraan yang anda bawa dan anda harus siap-siap untuk mengeluarkan biaya lebih untuk parkir di area parkir liar. Jika anda membawa rombongan pelajar dalam jumlah banyak, jangan lupa untuk mengingatkan murid-murid anda untuk membawa kartu pelajar karena dapat menghemat pengeluaran untuk biaya tiket masuk.

       Bagaimana, sudah siap kah anda membuktikan keindahan dan kemegahan Lawang Sewu ini ?, yang barang tentu akan menambah pengetahuan dan wawasan sejarah anda yang akan menambah kecintaan kita terhadap Indonesia.

  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. wah seru ya om, saya sering ke semarang malah belom pernah mampir ke sana hehe ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru sekali, hayo lah support tempat wisata lokal mas :)

      Delete