Anak Gunung Krakatau, Sebuah Gunung Vulkanik Aktif Di Tengah Laut

By Didy - 11/11/2017


Anak Gunung Krakatau
     Pernahkah anda membayangkan untuk melakukan pendakian ke gunung berapi yang masih aktif ?. Gunung Anak Krakatau merupakan sebuah gunung berapi aktif yang terletak di Provinsi Bandar Lampung. Sebenarnya saya sendiri bukan merupakan orang yang begitu menyukai sebuah pendakian, tetapi ketika mendaki sebuah gunung saya merasakan sensasi yang luar biasa menyenangkan. Minggu yang lalu saya memutuskan untuk mengunjungi Anak Gunung Krakatau setelah sekian lama vakum dari pendakian.
Anak Gunung Krakatau
    Gunung ini sebenarnya terbentuk akibat letusan Gunung Krakatau yang menurut cerita orang tua saya pernah menggelapkan bumi selama hampir 2 hari dengan letusan yang begitu dahsyat. Pada Jumat malam itu saya memutuskan untuk berangkat ke Pelabuhan Merak untuk selanjutnya dilanjutkan ke Pelabuhan Bakauheni Lampung, di Pelabuhan Merak saya menunggu beberapa teman-teman yang akan berangkat bersama kesana yang mengikuti open trip serupa yang belum saya kenal sebelumnya. Alasan kenapa memutuskan untuk mengikuti open trip ini, karena saya tidak mungkin melakukannya sendiri seperti kebanyakan jalan-jalan yang biasa saya lakukan sebelumnya, karena pasti akan memakan begitu banyak biaya untuk penyewaan kapal kecil atau perahu untuk sampai ke gunung ini karena lokasinya yang berada di tengah laut.

    Pukul 00.30 kami berangkat dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni Lampung, perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam. Setelah sampai di Pelabuhan Bakauheni Lampung sudah hampir Subuh, maka kami bersiap-siap untuk sholat subuh sebelum akhirnya perjalanan dilanjutkan menuju Dermaga Canti kurang lebih 1 jam dari Pelabuahan Bakauheni, untuk menyebrang menggunakan kapal kayu menuju Pulau Sebesi. Namun sebelum menuju ke lokasi penginapan di Pulau Sebesi kami mengunjungi Pulau Sebuku Kecil. Disini sebenarnya hanya sebentar saja mungkin hanya transit agar tidak terlalu kelelahan karena semalaman berada di Kapal Feri. Pemandangan yang luar biasa indahnya di pulau Sebuku Kecil ini cukup memuaskan mata saya, disini kami bebas berfoto-foto bahkan ada yang berenang atau ber-snorkling barang sebentar. 
Pulau Sebesi
     Saya dan teman-teman menginap di Pulau Sebesi, ketika sampai di pulau ini kita akan merasakan suasana khas pulau. Di Pulau Sebesi juga memiliki pemandangan yang tidak kalah menakjubkan, sepanjang mata memandang air laut yang biru jernih akan selalu menjadi background nya. Bayangkan anda menginap di sebuah penginapan yang langsung menghadap ke laut lepas dengan air yang begitu biru jernih lengkap dengan pohon kelapa dan sedikit tanaman bakau. Disini kami beristirahat sejenak dan mandi sementara menunggu waktu makan siang.
Snorkiling di Pulau Sebuku Kecil
    Pukul 15.00 kami melanjutkan island hopping ke Pulau Umang-Umang, mungkin pulau ini tidak sepopuler Pulau Pahawang yang terkenal dengan pasir putihnya yang memukau. Dan pulau ini pun belum menjadi destinasi wajib bagi para pelancong yang berkunjung ke Lampung. Tapi tidak ada salahnya untuk mengunjungi pulau kecil ini yang menawarkan landscape pemandangan pantai yang tenang dan indah. Selain itu pulau kecil ini terletak tidak terlalu jauh dari Pulau Sebesi kurang lebih 20 menit saja dari dermaga Pulau Sebesi untuk mencapai pulai ini.

    Meskipun pulau ini sangat kecil dan tak berpenduduk namun menurut saya pesona nya akan mampu menghipnotis siapapun yang mengunjunginya. Menurut saya ada beberapa keistimewaan dari pulau kecil ini.
1. Bebatuan besar yang menawan bisa dijadikan spot foto yang menawan pula
     Kalau selama ini kalian berpikir hanya akan menemukan pantai dengan bebatuan besar yang menawan hanya di Belitung kalian salah, karena di Pulau Umang-Umang ini pun memilikinya, tetapi tentu saja bebabatuan besar di pulau ini berbeda dengan yang ada di Pulau Belitung. Merasakan sensasi berdiri di bebatuan besar ini dan menikmati deburan ombak yang dahsyat akan sangat menggairahkan, tetapi ingat harus tetap berhati-hati.

2. Air laut yang sangat jernih untuk berenang
    Kita juga bisa merasakan sensasi berenang di laut lepas ditemani dengan hempasan ombak yang tidak ada salahnya kita coba terlebih bagi anda yang sudah bosan berenang di kolam renang.

3. Hamparan pasir putih yang halus
    Meskipun tidak begitu luas namun pulau ini menawarkan pasir putih yang halus dan lembut, kita bisa bermain-main pasir disini.
Pulau Umang-Umang by Drone
4. Hunting Sunset
     Ketika senja tiba, para pelancong juga bisa menikmati dan memotret sunset yang begitu indah dari pulau ini dengan latar belakang laut lepas dan pegunungan yang begitu menakjubkan.

Sunset Pulau Umang-Umang
    Itulah beberapa alasan mengapa anda harus mengunjungi pulau kecil tak berpenduduk ini. Setelah puas bermain di pulau ini hingga senja, kami kembali ke penginapan untuk beristrahat. Pukul 3 dinihari kami di bangunkan oleh para guide lokal untuk melanjutkan ke trip sesungguhnya, yaitu pendakian ke Anak Gunung Krakatau. Angin laut pagi itu sangat kencang, ombak pun terlihat tinggi mungkin disebabkan oleh faktor aktivitas dari Anak Gunung Krakatau ini sendiri. Hampir 2 jam kami terombang-ambing di lautan lepas hingga akhirnya bisa sampai ke lokasi pendakian.

   Tepat pukul 6 pagi kami tiba di lokasi, cuaca pada pagi itu sangat mendukung begitu cerah sempurna dan kamipun bersiap-siap untuk melakukan pendakian yang tak terlupakan. Kami sempat berfoto-foto sejenak di kaki gunung yang berupa pantai dengan pasir hitam. Perasaan saya pada saat itu agak campur aduk antara perasaan antusias untuk mendaki dan was-was karena status aktivitas gunung yang berubah-ubah labil. 

    Pendakian pun dimulai, saya mendaki bersama teman-teman serempak, tetapi sepanjang pendakian saya ditemani salah seorang pelancong asal Spanyol yang saya kenal ketika mengunjungi Pulau Umang-Umang di hari sebelumnya. Fransisco namanya, entah mengapa kita menjadi klik setelah ngobrol banyak dari awal ketemu di Pulau Umang-Umang, mungkin karena kami memiliki hobi yang sama yaitu travelling. 
Saya dan Fransisco dengan latar belakang Gunung Anak Krakatau
   Trek pendakian sangat luas karena gunung ini berbeda dengan gunung-gunung yang berada di daratan. Tidak ada hutan di badan gunung ini, yang ada hanya hamparan pasir luas sepanjang mata memandang dan beberapa pohon pinus dan semak belukar saja. Trek pasir seperti ini menurut saya membuat saya cepat merasa lelah di bandingkan mendaki gunung yang berada di daratan yang sebenarnya hanya 300 MDPL saja. Tebalnya pasir dapat mendorong kaki turun kebawah lagi, tapi semangat yang membara dan berbincang-bincang denga Fransisco tentang mimpi-mimpi kita masing-masing untuk mengunjungi tempat-tempat menakjubkan di seluruh dunia mengalihkan rasa capek kami.

    Saya tidak habis-habisnya bersyukur selama melakukan pendakian yang menakjubkan ini dari mulai kaki sampai puncak Gunung Anak Krakatau ini, ya meskipun tidak sampai puncak yang sesungguhnya karena gunung ini masih aktif dan sangat berbahaya. Sensasi berbeda saya rasakan ketika sampai ke akhir pendakian dari atas gunung ini saya bisa memandang pemandangan luar biasa seperti negeri diatas awan dengan latar belakang laut lepas dan pulau-pulau kecil yang begitu sempurna. Pendakian pun usai ketika kita menuruni kembali kaki gunung ini. Perasaan cemas, capek, dan senang melebur jadi satu dan terbayar untuk trip kali ini.

  • Share:

You Might Also Like

2 comments

  1. Krakatau Pulau dengan sejuta kenangan di masa lalu dikenal letusanny slh satu terdasyat di dunia. Berapa ya biaya ke sana?Indah pemandangannya

    ReplyDelete
  2. Hey Mas Diky, Thank you udah mampir :)
    Perkiraan biaya dari Jakarta modal 400rb sudah okay untuk 3 harian.
    Boleh tinggalkan alamat blog mu mas, nanti aku mampir hehehe

    ReplyDelete