Kapal Bosok Mendadak Populer Di Kalangan Masyarakat

By Didy - 10/22/2017

Pesona Masjid Kapal Bosok

Seingat saya ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar tempat ini biasa-biasa saja dan bisa dibilang tidak diistimewakan sebagai tempat wisata religi layaknya Masjid Agung Banten, namun belakangan Kapal Bosok menjadi begitu tenar dan popular dikalangan netizen di seantero Banten bahkan hingga keluar kota sekalipun. Mungkin inilah yang dinamakan words of mouth atau lebih tepatnya the power of social media, kenapa saya bilang demikian karena mendadak tempat ini mulai dibanjiri oleh banyak wisatawan dari seantero Banten bahkan hingga kota-kota lain di Indonesia. Memang banyak yang bilang kalau Banten sangat terkenal dengan hal-hal misitisnya dan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap wisatawan yang ingin berwisata ke Banten. Anggapan serupa pun terjadi pada Kapal Bosok ini, karena Kapal Bosok akhir-akhir ini begitu ramai dan jadi banyak diperbincangkan karena dianggap tempat ini memiliki banyak karomah.

Peninggalan nilai-nilai sejarah yang berada di Banten memang masih banyak yang belum terungkap. Terutama peninggalan makam atau keramat yang sudah bertahun-tahun. Peninggalan sejarah inilah yang bisa dijadikan sebgai tempat wisata religi, diantaranya makam ki Abdullah Angga Derpa atau disebut makam Kapal Bosok yang terletak di Kampung Drangong, Kelurahan Curug Manis, Kota Serang-Banten. Konon sejarah singkat dari Kapal Bosok ini adalah pada zaman kesultanan Banten, hiduplah seseorang yang sakti mandraguna. Namanya Abdullah Angga Derpa. Cukup dikenal dikalangan kesultanan Banten termasuk sultan sendiri. Namun siapakah sebenarnya Abdullah Angga Derpa ini ?, beberpa sumber menceritakan bahwa dia memang asli Curug Kota Serang – Banten. Dan keturunannya sampai sekarang pun masih ada.

Sejarah singkat Kapal Bosok, pada sekitar abad ke 16 ada banyak penjajah Belanda yang bersandar di pelabuhan Karangantu, Serang. Mereka begitu ingin sekali untuk menjajah dan mengambil dokumen serta mengambil harta kekayaan Banten. Karena tidak terima dengan perlakuan para penjajah tersebut, seorang lelaki bernama Ki Angga Derpa ingin menyelamatkan semua dokumen dan harta kekayaan serta ingin memerangi para penjajah tersebut. Ki Angga mencabut sebatang pohon beringin besar dengan kesakitiannya. Didalam pohon tersebut terdapat harimau kemudian dibawalah pohon beringin tersebut ke kerumunan para Belanda yang menjajah. Begitu ditaruh pohon tersebut maka keluarlah sang harimau dan mengamuk Belanda pun kucar-kacir pada saat itu, karena marah para penjajah tersebut pun kemudian mencari Ki Anggga Derpa, dicarilah hingga kemudian ditemukan di kampung Aon yang sekarang dikenal dengan Kampung Drangong. Kemudian Ki Angga Derpa ditangkap dan dihukum didalam sebuah kapal. Setelah itu para penjajah itu pun meninggalkannya begitu saja. Singkat cerita, kapal tersebut pun terbawa air sampai ke daerah Curug yang lokasinya jauh dari pesisir. Ki Angga Derpa kemudian mengambil cambuk dan dan mencambukkannya ke kapal tersebut. “ kapal dicambuk. Kapal, sira dicambuk bosok salawase (kapal, kamu dicambuk busuk selamanya)”. Inilah alasan kenapa tempat ini dinamakan Kapal Bosok, bosok = busuk dalam bahasa jawa. Sebenarnya para penjajah sempat mencari kapal yang hilang terbawa air tersebut namun tidak berhasil menemukannya. Menurut cerita para santri yang membangun Masjid Kapal Bosok ini banyak ditemukan batu karang laut disekitaran masjid. Selain itu juga terdapat besi dan benda peninggalan lain yaitu patok kapal bekas peninggalan cerita sejarah tersebut.

Dan sekarang di pemakaman ini sudah berdiri masjid megah dengan tiga lantai berbentuk mirip seperti kapal yang sangat indah dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatwan/peziarah yang mengunjungi tempat ini, banyak yang merasa belum afdol kalau mengunjungi Kapal Bosok tanpa sholat, berdzikir atau membaca Al-Quran di masjid ini. Atau bahkan para pengunjung belakangan banyak yang menjadikan masjid ini sebagai objek foto mereka dan kemudian menguploadnya ke Faceboook, Instagram, Twitter atau social media lainnya. Dan walhasil tempat ini menjadi makin terkenal.

Untuk sampai ke Pemakaman Kapal Bosok ini sebenarnya tidak begitu sulit akses jalan pun sudah di bangun dan petunjuk jalan pun sangat mudah, bagi anda yang ingin mengunjungi Kapal Bosok anda bisa mengambil berkendara kearah kota serang menuju ke kecamatan cipocok jaya mengikuti jalan saja lurus hingga sampai di kecamatan Curug atau anda juga bisa mengambil jalan dari arah walantaka kemudian berbelok kearah Curug Manis. Tempat ini akan sangat ramai dikunjungi para wisatawan pada kamis malam atau weekend dan untuk memasuki ke kawasan ini pengunjung tidak dikenai tiket masuk hanya saja dikenai tarif parker bagi yang membawa kendaraan.


Sedikit-banyak dari populernya tempat ini membawa pengaruh positif bagi masyarakat sekitar dalam hal lapangan pekerjaan karena banyak warga sekitar yang beramai-ramai berjualan di sekitar lokasi ini seiring dengan semakin ramainya tempat ini dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Jadi anda tidak perlu khawatir akan kehausan atau kelaparan ketika berkunjung ke Kapal Bosok. Jadi tunggu apalagi kunjungi lah Kapal Bosok ini yang pasti akan menambah khazanah ilmu pengetahuan dan sejarah banten serta lebih mendekatkan diri pada sang maha kuasa dengan banyak berdzikir di masjid ini.

  • Share:

You Might Also Like

1 comments

  1. Kapal Bosok kian Hari making ramai saja dikunjungi para wisatawan baik dari Banten maupun luar Kota.

    ReplyDelete